Kemenhut Gelar Modifikasi Cuaca di Sumsel Selama 12 Hari

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Palembang: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatra Selatan (Sumsel) selama 12 hari mulai 19 hingga 30 Juli 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan potensi hujan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan OMC difokuskan pada wilayah yang masih mengalami karhutla. Upaya ini juga menyasar daerah rawan kebakaran untuk membantu pengendalian melalui curah hujan.

"OMC mulai 19 hingga 30 Juli 2026 dengan dukungan anggaran dari Kementerian Kehutanan. Target OMC hujan dapat turun, khususnya di lokasi-lokasi terjadi karhutla, sehingga membantu menekan perkembangan titik api dan mempercepat penanganan di lapangan," kata Ferdian, dilansir dari Antara, Selasa, 21 Juli 2026. 
 

Baca Juga :

Kemenhut Diminta Optimalkan Penanganan Karhutla

Hujan hasil OMC diharapkan dapat membantu proses pemadaman karhutla. Upaya ini juga bertujuan meningkatkan ketersediaan air di embung dan kanal yang digunakan tim pemadam.

"Hujan yang turun diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman, mengisi embung dan kanal, serta membasahi lahan yang semakin mengering," ujar Ferdian.

Pelaksanaan OMC didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang bertugas menganalisis kondisi cuaca dan atmosfer, menyusun prakiraan cuaca, serta menentukan potensi pertumbuhan awan yang layak untuk dilakukan penyemaian.

Sementara itu, Lanud Sri Mulyono Herlambang memberikan dukungan dalam koordinasi lalu lintas udara, aspek teknis penerbangan, dan keselamatan selama operasi berlangsung.

Pada hari pertama pelaksanaan OMC, tim melakukan satu kali sorti penyemaian awan dengan menebarkan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: Dok. MGN.


Ferdian berharap operasi modifikasi cuaca tersebut dapat berjalan optimal, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian karhutla di Sumatra Selatan (Sumsel). Terutama di daerah yang menjadi prioritas penanganan.

"Kami berharap operasi ini berjalan optimal dan memberikan dampak signifikan dalam mendukung pengendalian karhutla di wilayah Sumsel, terutama pada daerah-daerah yang saat ini menjadi prioritas penanganan," ungkap Ferdian.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenbud dan BUMN Perkuat Sinergi Kembangkan Wisata Berbasis Budaya Lewat Konektivitas Udara
• 11 jam lalu
0
thumb
Pilpres 2029: Partai Ogah Lawan Prabowo
• 8 jam lalu
0
thumb
Cerita dari Lokasi Terakhir Hilangnya Atlet Golf Jesslyn Wijaya
• 8 jam lalu
0
thumb
Menteri Bahlil Isyaratkan Harga BBM Nonsubsidi Bakal Turun, Kapan?
• 20 jam lalu
0
thumb
Di RDPU DPR, Mahasiswa King’s College Paparkan 3 Rekomendasi RUU Perampasan Aset
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.