Saat Pelabuhan Jakarta Jadi ”Jalan Tikus” Timah Ilegal

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Kapal-kapal roll-on/roll-off atau roro yang merapat di Pelabuhan Jakarta biasanya membawa penumpang dan logistik kebutuhan pokok. Namun, di balik deru mesin dan bongkar muat kendaraan, terparkir diam truk-truk besar tanpa pengemudi. Kuncinya sengaja ditinggalkan, memutus jejak siapa pemilik sebenarnya dari belasan ton timah ilegal yang tersembunyi di baknya.

Modus ”lepas kunci” menjadi opsi aman sindikat penyelundup kekayaan alam Indonesia saat ini. Ketatnya patroli kapal perang dari Komando Armada I di wilayah perbatasan laut menuju Singapura dan Malaysia memaksa penyelundup timah ilegal putar otak.

Alih-alih nekat menembus penjagaan di laut lepas, mereka kini menyusupkan timah ilegal tersebut melalui jalur domestik. Pelabuhan-pelabuhan di Jakarta, dari Sunda Kelapa hingga Tanjung Priok, kini disulap menjadi ”jalan tikus” penyelundupan timah.

”Berapa kali kita nangkap (penyelundup) timah pasti dari Jakarta dan alhamdulillah bisa kita tangkap karena modus dari laut terutama mengandalkan Bangka langsung ke luar negeri itu sudah terketat,” kata Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) III Laksamana Muda Uki Prasetia di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Sepanjang Juli 2026, Kodaeral III telah menangkap dua kasus kejahatan sumber daya alam. Tangkapan pertama terjadi pada hari Sabtu, 4 Juli 2026. Berbekal informasi intelijen, tim gabungan mengendus pergerakan pasir timah ilegal yang dibawa dari Bangka Belitung melalui jalur laut dengan kapal roro. Barang ilegal tersebut direncanakan dibawa ke pergudangan di kawasan Ancol menggunakan sarana truk Fuso dengan tujuan Jakarta Utara.

Uki mengungkapkan, sempat terjadi kejar-kejaran yang menegangkan. Tim gabungan mengejar hingga mobil target dikuasai di area Pelabuhan Sunda Kelapa. Pada pukul 02.30, muatan digeledah dan diperiksa. Hasilnya, aparat menemukan sekitar 173 kampil pasir timah ilegal dengan estimasi berat 6 ton, yang memiliki perkiraan nilai ekonomis Rp 2,1 miliar.

Berapa kali kita nangkap (penyelundup) timah pasti dari Jakarta dan alhamdulillah bisa kita tangkap karena modus dari laut terutama mengandalkan Bangka langsung ke luar negeri itu sudah terketat.

Selang dua pekan, upaya penyelundupan kedua kembali digagalkan pada hari Sabtu, 18 Juli 2026. Sindikat masih belum kapok. Kali ini, penyelundupan berasal dari Pangkal Balam, Bangka Belitung via KMP Sakura Express dengan tujuan Tanjung Priok menggunakan sarana truk. Tim gabungan berhasil mengamankan 1 unit truk tersebut dan mengawalnya menuju Mako Kodaeral III.

Saat muatan dibongkar pada pukul 09.00, truk mengangkut pasir timah dengan berat mencapai 8.225 kg, ditambah dengan perkiraan berat timah balok 2.700 kg. Total keseluruhan muatan mencapai 10.925 kg atau estimasi 10 ton dengan nilai ekonomis sebesar Rp 5,5 miliar.

Baca JugaPenyelundupan 6 Kilogram Sabu dari Malaysia Digagalkan, Setara Hasil Penindakan Setahun

”Jadi total perkiraan nilai ekonomis dari dua tangkapan tersebut adalah sekitar Rp 7,6 miliar,” jelas Uki.

Belum ada tersangka

Meski muatan yang diselamatkan bernilai miliaran, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut. Sindikat dinilai mengerti dan paham metode memanfaatkan celah logistik pelayaran publik untuk memutus mata rantai pelacakan.

Uki menjelaskan, para penyelundup memanfaatkan luasnya wilayah Bangka dan akses kapal roro menuju Jakarta sebagai jalur darat dan laut alternatif. Sesampainya di dalam lambung kapal, mereka menerapkan taktik ”lepas kunci”, di mana truk dibiarkan terparkir dan kuncinya langsung dilepas atau ditinggalkan begitu saja.

”Jadi tersangka sampai saat ini belum ada, jadi masih kita proses dulu penyelidikan yang sesuai dengan PPNS bidang timah atau ESDM. Nanti akan kita kembangkan seberapa jauh keterlibatan dari perusahaan tersebut,” tambah Uki.

Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Kresno Pratowo, mengungkapkan, pola aksi sindikat kini terus bermutasi agar tidak terdeteksi oleh radar aparat keamanan.

Baca JugaOknum Aparat dan Pejabat Suburkan Penambangan dan Ekspor Timah Ilegal

Selain masuk lewat kapal roro ke Jakarta, para mafia juga kerap memanfaatkan speedboat berukuran kecil di wilayah perbatasan untuk menyusup ke dermaga-dermaga tersembunyi yang langsung terhubung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Dampak dari kebocoran berpotensi fatal. Pasir timah dari Bangka Belitung ini tidak murni sekadar bijih biasa. ”Pasir timah diangkut, bisa mengandung muatan atau kandungan bahan-bahan kimia yang sangat membahayakan seperti logam tanah jarang (LTJ), Thorium, dan lain sebagainya,” ucap Kresno.

Oleh karena itu, kalau material strategis dan radioaktif tersebut sampai lolos dari pelabuhan Jakarta atau perairan lainnya, maka sumber daya vital milik negara akan jatuh begitu saja ke tangan asing tanpa ada regulasi yang mengikat.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo ke Orang Tua Capaja: Terima Kasih Merelakan Putra-Putri Menjadi Milik Bangsa
• 6 jam lalu
0
thumb
Foto: 4.703 Lowongan Kerja Dibuka Saat Job Fair di Kendal
• 6 jam lalu
0
thumb
Uang Hadiah Piala Dunia Spanyol Bakal Dipangkas Pajak 30% oleh AS
• 1 jam lalu
0
thumb
KPK Beberkan Konstruksi Perkara Kasus Korupsi Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini
• 22 jam lalu
0
thumb
Dr. Yahya Jahan Giri Ungkap Alasan Children of Heaven Begitu Istimewa
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.