FIFA Panen Rp269 Triliun dari Piala Dunia 2026, Tiket Mahal Buka Jalan Turnamen 64 Tim

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Piala Dunia 2026 tidak hanya melahirkan juara baru, tetapi juga mencatat rekor besar di luar lapangan. FIFA diproyeksikan meraup keuntungan fantastis hingga 15 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp269 triliun.

Angka tersebut menjadi keuntungan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia sekaligus melampaui target awal FIFA yang dipatok sebesar 11 miliar dolar AS.

Kesuksesan finansial FIFA itu terjadi setelah Piala Dunia 2026 menggunakan format baru dengan jumlah peserta lebih besar. Sebanyak 48 negara ambil bagian dalam turnamen yang sebelumnya hanya diikuti 32 tim.

Selain jumlah peserta yang meningkat, faktor komersial juga menjadi penyumbang utama melonjaknya pendapatan FIFA. Salah satunya berasal dari penjualan tiket yang mengalami kenaikan signifikan.

Pasar tiket sekunder menjadi salah satu sumber pemasukan besar bagi FIFA. Dalam sistem tersebut, FIFA mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang terjadi, yakni 15 persen dari pihak pembeli dan 15 persen dari pihak penjual.

Kondisi tersebut membuat harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak tinggi, terutama untuk pertandingan besar yang mempertemukan tim-tim elite dunia.

Lonjakan keuntungan ini membuat FIFA semakin terbuka untuk memperbesar skala turnamen di masa mendatang. Salah satu wacana yang tengah dikaji adalah penambahan jumlah peserta Piala Dunia 2030 dari 48 menjadi 64 negara.

Rencana tersebut diyakini dapat meningkatkan pemasukan FIFA secara signifikan. Namun, ekspansi turnamen juga memunculkan perdebatan karena berpotensi menambah beban kalender sepak bola internasional.

Jika jumlah peserta bertambah, jumlah pertandingan otomatis meningkat. Hal ini dapat berdampak pada kondisi fisik pemain serta jadwal kompetisi klub yang semakin padat.

Di sisi lain, asosiasi sepak bola dari berbagai negara kemungkinan besar akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari peningkatan pendapatan FIFA. Meski begitu, pembagian dana tersebut masih menunggu keputusan resmi.

Piala Dunia 2026 sendiri memberikan keuntungan besar bagi Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah utama. Kesuksesan penyelenggaraan turnamen bahkan membuat Presiden AS Donald Trump berharap negaranya kembali menjadi tuan rumah pada edisi berikutnya.

Baca Juga: Perang Tebas vs Infantino Memanas, FIFA Kembali Diserang soal Piala Dunia 2026

Trump sebelumnya menyatakan keinginan agar Amerika Serikat menjadi tuan rumah tunggal Piala Dunia di masa depan, tanpa melibatkan Kanada dan Meksiko seperti pada edisi 2026.

"Anda harus memilih Amerika Serikat lagi. Kali ini kami akan mengesampingkan Kanada dan Meksiko," ujar Trump seperti dikutip dari The Guardian.

Namun, di balik rekor keuntungan tersebut, kritik terhadap semakin komersialnya sepak bola dunia juga terus bermunculan. Sejumlah pihak menilai FIFA perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan nilai olahraga.

Keuntungan Rp269 triliun menjadi bukti bahwa Piala Dunia semakin menjadi mesin ekonomi global. Pertanyaannya, apakah ekspansi menuju 64 tim akan membawa sepak bola lebih besar, atau justru semakin jauh dari esensi olahraga?


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Anggaran MBG 2027 Bakal Lebih Rendah karena Pemangkasan Penerima Manfaat
• 20 jam lalu
0
thumb
Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Terbuka hingga Dewasa, Menurut Pakar Pengasuhan
• 18 jam lalu
0
thumb
Kepala BPOM: Produk Biofarmasi Harus Penuhi Standar Global Sebelum Beredar
• 16 jam lalu
0
thumb
Profil Kuntadi, Jampidsus Baru yang Resmi Gantikan Febrie Adriansyah
• 3 jam lalu
0
thumb
Dukung Remaja Putri Lebih Siap Kembali ke Sekolah, WINGS for UNICEF Bersama Hers Protex Hadirkan Edukasi Menstruasi di Makassar
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.