Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan pemenang seleksi pita frekuensi radio untuk 700 Mhz dan 2,6 Ghz Tahun 2026.
IDXChannel - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menetapkan pemenang seleksi pita frekuensi radio untuk 700 Mhz dan 2,6 Ghz Tahun 2026. Penetapan ini penting untuk mempercepat transformasi digital Indonesia.
Mengacu Keputusan Menteri (Kepmen) Komunikasi dan Digital, pemenang seleksi pengguna pita frekuensi radio 700 MHz adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel, dan PT Indosat Tbk (ISAT).
EXCL memiliki hak atas blok pita frekuensi radio 30 Mhz (2x15 Mhz) dengan total penawaran Rp1,06 triliun. Sementara Telkomsel dan ISAT masing-masih memiliki hak 20 Mhx (2x10 Mhx) dengan angka penawaran Rp642,5 miliar dan Rp507,5 miliar.
Sementara itu, pemenang seleksi pengguna pita frekuensi radio 2,6 Ghz adalah Telkomsel, ISAT, dan Indosat. Telkomsel akan memiliki hak blok pita 80 Mhz dengan penawaran Rp545,8 miliar. Sementara ISAT memiliki hak blok pita 60 Mhz dengan penawaran Rp372 miliar dan EXCL mempunyai hak blok pita 50 Mhz dengan penawaran Rp231,6 miliar.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan, tambahan spektrum ini akan meningkatkan kapasitas jaringan seluler nasional, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan internet yang lebih cepat, stabil, dan terjangkau.
"Komdigi memastikan bahwa lelang frekuensi ini memberikan manfaat nyata dan merata bagi masyarakat. Ujungnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat di level akar rumput," katanya, Rabu (22/7/2026).
Sebagai bagian dari komitmen, pemenang seleksi diwajibkan menghadirkan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan yang saat ini belum memiliki atau lemah sinyal, tersebar dari Sumatera hingag Papua.
“Kehadiran konektivitas tersebut akan membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pemerintahan digital, dan peluang ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau,” kata Meutya.
Selain itu, pemenang seleksi harus dapat memenuhi penyediaan layanan 5G paling sedikit 51 persen cakupan per populasi nasional pada tahun kelima. Kecepatan rata-rata mobile broadband ditargetkan melompat secara bertahap menjadi 100 Mbps pada tahun 2029. Kombinasi pita 700 MHz (low-band) yang andal untuk menjangkau pelosok hingga ke dalam bangunan, dipadukan dengan pita 2,6 GHz (mid-band) sebagai kapasitas utama yang menopang keandalan layanan 5G, akan memastikan target kecepatan nasional tercapai.
Selain itu, Meutya memastikan negara akan memperoleh nilai ekonomi yang dimanfaatkan untuk pembangunan. Pengelolaan spektrum melalui mekanisme seleksi ini diproyeksikan bisa memeberikan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp6 triliun pada tahap awal dan sekitar Rp29,9 triliun untuk 10 tahun ke depan.
Komdigi menyatakan, proses seleksi telah dilakukan secara transparan dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan sesuai dokumen seleksi mulai dari pengumuman, pemberian penjelasan (aanwijzing) dan simulasi, evaluasi administrasi, pelaksanaan lelang harga secara elektronik melalui sistem e-auction, pengumuman hasil seleksi, hingga masa sanggah sebelum penetapan pemenang. Adapun penetapan pemenang seleksi bersifat final dan mengikat.
(Rahmat Fiansyah)






Komentar (0)