Pendapatan Adhi Karya Anjlok 18,37% di Semester I, Kini Jadi Rp3,11 Triliun

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan kinerja yang lebih baik pada semester I-2026. Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih, meski pendapatan mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang diterbitkan di BEI, seperti dikutip Rabu (22/7/2026), laba bersih ADHI mencapai Rp8,49 miliar hingga akhir Juni 2026, meningkat 12,59% dibandingkan semester I-2025 yang sebesar Rp7,54 miliar. Sejalan dengan itu, laba per saham dasar juga naik menjadi Rp1,01, dari sebelumnya Rp0,90.

Di sisi lain, pendapatan usaha tercatat sebesar Rp3,11 triliun, turun 18,37% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp3,81 triliun.

Meski pendapatan menurun, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp2,41 triliun, dari sebelumnya Rp3,24 triliun. Efisiensi tersebut mendorong laba kotor meningkat menjadi Rp700,42 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp572,87 miliar pada semester I-2025.

Dari sisi operasional, laba usaha melonjak signifikan menjadi Rp316,17 miliar, dibandingkan Rp188,85 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, kontribusi dari ventura bersama juga meningkat menjadi Rp188,40 miliar, dari sebelumnya Rp186,23 miliar.

Namun, kinerja perusahaan masih dibayangi oleh meningkatnya beban keuangan yang naik menjadi Rp349,16 miliar, serta rugi dari entitas asosiasi yang membengkak menjadi Rp23,92 miliar, dibandingkan hanya Rp3,36 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Waskita Karya Masih Boncos! Rugi Capai Rp1,92 Triliun, Utang Tembus Rp66,53 Triliun

Baca Juga: PTPP Kantongi Proyek Tower 4 ITS Senilai Rp151,9 Miliar

Selain itu, pos pendapatan lain-lain juga berbalik menjadi beban sebesar Rp35,83 miliar, setelah pada semester I-2025 masih mencatatkan surplus Rp75,24 miliar.

Total aset ADHI per akhir Juni 2026 tercatat sebesar Rp27,52 triliun, turun dari posisi akhir 2025 yang mencapai Rp28,79 triliun.

Di saat yang sama, total liabilitas berkurang menjadi Rp24,21 triliun, dari sebelumnya Rp25,49 triliun. Sedangkan ekuitas meningkat tipis menjadi Rp3,31 triliun, dibandingkan Rp3,29 triliun pada akhir tahun lalu.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tunjuk Wamentan Sudaryono Pimpin BGN Gantikan Nanik S Deyang
• 1 jam lalu
0
thumb
6 Sepeda Motor Dilaporkan Hilang ke Radio Suara Surabaya Hari Ini
• 17 jam lalu
0
thumb
PAN soal Posisi Duduk Prabowo-Gibran: Tak Perlu Ditafsir Kiri Kanan
• 1 jam lalu
0
thumb
Gus Miftah Bantah Terima Duit Rp 100 Juta dari Kasus Korupsi DJKA, Apa Kata KPK?
• 23 jam lalu
0
thumb
Dua Jenazah Insiden KM Nurul Salsa Ditemukan, 16 Korban Masih Hilang
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.