Kondisi anak Sungai Citarum di Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan, Rabu (22/7/2026).
Mengeringnya aliran sungai semakin memperparah krisis air yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung.
Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan sejak 18 Juni hingga 30 September 2026.
Penetapan tersebut dilakukan setelah sebanyak 27 kecamatan terdampak kekeringan selama musim kemarau tahun ini.
Dampak kekeringan paling dirasakan oleh para petani yang kesulitan memperoleh air untuk mengairi lahan pertanian. Salah satunya Haji Idin (57), petani asal Kampung Sukarame, yang mengaku sudah sekitar dua bulan wilayahnya tidak diguyur hujan.
Untuk mempertahankan tanaman padinya, Haji Idin terpaksa mengambil air dari Kali Cikeruh menggunakan mesin pompa diesel. Ia bahkan harus membeli selang sepanjang sekitar 400 meter agar air dapat dialirkan hingga ke sawah miliknya.
"Setiap hari saya harus membeli sekitar lima liter solar untuk mengoperasikan pompa. Kalau tidak dipompa, sawah tidak mendapatkan air," ujarnya.
Menurut Haji Idin, biaya operasional yang terus meningkat menjadi beban tambahan bagi petani di tengah ancaman gagal panen akibat kemarau panjang.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak, baik berupa pasokan air bersih maupun dukungan bagi para petani yang kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian.






Komentar (0)