BEI Pantau Keras Saham JELI Akibat Anjlok Parah

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan status Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) menyusul penurunan harga yang dinilai tidak wajar dan berada di luar pola pergerakan normal.

Pada perdagangan Rabu (22/7/2026), saham JELI dibuka di level Rp750 per saham, namun kemudian melemah ke Rp710 per saham. Bahkan, saham tersebut sempat menyentuh Rp705 per saham dan sempat mencapai batas Auto Reject Bawah (ARB) di level Rp610 per saham.

P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, menjelaskan bahwa penetapan status UMA merupakan langkah pengawasan bursa terhadap aktivitas perdagangan saham JELI yang mengalami pergerakan tidak biasa.

Meski demikian, Endra menegaskan status UMA bukan berarti terdapat pelanggaran terhadap ketentuan di pasar modal.

"BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham JELI sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity (UMA)," ujarnya dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu (22/7/2026).

Dia mengimbau investor untuk mencermati penjelasan yang akan disampaikan manajemen JELI sebagai respons atas permintaan klarifikasi dari bursa.

Baca Juga: BEI Buka Gembok, Saham AGAR Langsung Terbang 24,75% ke Level Rp630

Baca Juga: BEI Ungkap Ada 4 Perusahaan Incar Dana Rp2,16 Triliun dari IPO, Pipeline Didominasi Healthcare

Selain itu, investor juga diminta memperhatikan seluruh keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan, termasuk menelaah rencana aksi korporasi yang masih menunggu persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Endra mengingatkan pelaku pasar agar tidak terburu-buru mengambil keputusan investasi dan tetap mempertimbangkan berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga saham ke depan.

"Diharapkan investor dapat mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di kemudian hari sebelum melakukan investasi," tutup Endra.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penyertaan Modal Rp9,85 Miliar untuk BTT Dipertanyakan DPRD Kota Probolinggo, Target Dividen Dinilai Terlalu Muluk
• 1 jam lalu
0
thumb
Insentif Kendaraan Listrik Dilanjut, Purbaya Tunggu Masukan Menperin dan Danantara
• 20 jam lalu
0
thumb
Diduga Ada Penyekapan di Cirendeu Tangsel, Pengelola Home Care: Bidan Tak Sengaja Terkunci
• 17 menit lalu
0
thumb
Chanel Tersandung Kasus Pencurian hingga Diduga Eksploitasi Pekerja
• 1 jam lalu
0
thumb
IHSG Naik Lagi, Wall Street dan Harapan The Fed Jadi Pendorong
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.