Ustadz Hilmi Firdausi menyoroti pengunduran diri Nanik Sudaryati Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), meski baru dilantik pada 8 Juni 2026 lalu dan hanya menjabat selama 45 hari.
Hilmi menduga mundurnya Nanik menjadi indikasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menghabiskan sekitar Rp1,2 triliun per hari, memang bermasalah serius.
"Nanik S Deyang mundur dari kepala BGN pdhal blm lama dilantik. Kita patut menduga memang program MBG ini kerusakannya sudah sangat parah," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (22/7).
Ia menyarankan pemerintah menghentikan sementara program MBG, melakukan evaluasi total, dan mengalihkan hanya kepada pihak yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, langkah itu bisa menghemat ratusan triliun rupiah.
"Logika sederhana, makan siang sekali itu tidak akan berdampak apa-apa, apalagi makanan yang tidak proper karena pengusaha kebanyakan ambil untung, namun yang pasti kenaikan harga bahan pokok akibat MBG berimbas pada semua keluarga. Ayolah Pak Presiden, dengarkan rakyatmu..," tandasnya.
Sebelumnya, Nanik resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BGN hari ini, Rabu (22/7/2026).
Nanik menyatakan mundur karena harus fokus menjalani pengobatan penyakit jantung dan segera berangkat ke luar negeri.
Baca Juga: Nanik Pamitan dari BGN Karena Sakit, Tapi Kursi Pertamina Tak Dilepas
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit bapak presiden untuk melakukan pengobatan di luar negeri untuk jantung saya, rencananya hari ini, saya berangkat," ungkap Nanik.
Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan media sosial Asisten Presiden serta akun Facebook pribadi Nanik. Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengunduran diri tersebut karena prihatin dengan kondisi kesehatannya.






Komentar (0)