Menlu ASEAN Tegaskan Komitmen Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan di Myanmar

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Manila: Jajaran Menteri Luar Negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menegaskan kembali komitmen mereka untuk mendorong perdamaian berkelanjutan di Myanmar sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian, stabilitas kawasan, dan sentralitas ASEAN.
 
Dalam konferensi pers usai ASEAN Foreign Ministers' Retreat dan Extended Informal Consultation (EIC) pada Selasa, 21 Juli 2026, Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa Lazaro mengatakan ASEAN tetap berkomitmen untuk terus berinteraksi dengan Myanmar serta mempercepat implementasi Konsensus Lima Poin sebagai kerangka pemulihan perdamaian dan stabilitas di negara tersebut.
 
"Melalui berbagai pertemuan ini, saya optimistis terhadap komitmen kita untuk membantu Myanmar mencapai solusi jangka panjang yang dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar sendiri, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi rakyat Myanmar da n kawasan secara keseluruhan," kata Lazaro, dikutip dari keterangan resmi ASEAN Filipina 2026, Rabu, 22 Juli 2026.
 
Konsensus Lima Poin yang diadopsi ASEAN pada 2021 menyerukan penghentian segera kekerasan, dialog konstruktif di antara seluruh pihak, penyaluran bantuan kemanusiaan, penunjukan utusan khusus, serta kunjungan utusan tersebut ke Myanmar untuk memfasilitasi dialog dengan seluruh pemangku kepentingan.
ASEAN Bahas Utusan Khusus Jangka Panjang
Lazaro mengatakan pembahasan kali ini melanjutkan hasil konsultasi informal mengenai Myanmar yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pekan lalu.
 
"Melalui pertemuan yang sukses di Bangkok pekan lalu, Extended Informal Consultation (EIC) hari ini melanjutkan pembahasan mengenai langkah ke depan, termasuk keterlibatan ASEAN dengan Myanmar dan implementasi Konsensus Lima Poin di negara tersebut," ujarnya.
 
Salah satu usulan yang dibahas adalah kemungkinan penunjukan Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar dengan masa tugas jangka panjang guna menciptakan kesinambungan dalam keterlibatan ASEAN. Skema tersebut akan menggantikan mekanisme saat ini yang membatasi masa tugas utusan khusus hanya selama satu tahun.
 
"Saya melakukan pembahasan mendalam dengan para menteri mengenai sejumlah usulan yang muncul di Bangkok. Di antaranya adalah pendekatan ASEAN dalam menilai kemajuan situasi di Myanmar, serta prospek penunjukan Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar dengan masa tugas jangka panjang," kata Lazaro.
 
Ia menambahkan para Menteri Luar Negeri ASEAN sepakat bahwa berbagai usulan tersebut masih memerlukan pembahasan berkelanjutan di tingkat pejabat senior agar dapat diintegrasikan ke dalam dokumen hasil pertemuan ASEAN.

Baca juga:  ASEAN-India Perkuat Kerja Sama Maritim, Indonesia Soroti Potensi Sabang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KM Nurul Salsa Tenggelam Tewaskan 2 Orang, Manifest Kapal 45 Orang tapi Isinya 76
• 9 jam lalu
0
thumb
Purbaya: Sumber Utama Dana PFII dari Danantara, APBN untuk Jaga-jaga
• 20 jam lalu
0
thumb
Momen Khidmat Pelantikan 1.177 Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka
• 2 menit lalu
0
thumb
Mendagri Iran Temui Perdana Menteri dan Panglima Militer Pakistan di Tengah Serangan AS
• 22 jam lalu
0
thumb
KPK Sebut Bupati Lombok Barat Korupsi 32 Paket Proyek
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.