Dosen UMN & Kalbis Kolaborasi Dorong PP Tunas Atasi Kecanduan Gim Anak

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Fenomena anak-anak yang gemar memainkan gim multi-player online seperti Mobile Legend, Roblox hingga PUBG kini menjadi perhatian serius para akademisi. 

Sebab, tak hanya berpotensi menyebabkan kecanduan gim melainkan juga berpotensi merusak akademik dan hubungan sosial para anak.

BACA JUGA: Remaja Kecanduan Gim Online, Baik atau Buruk? Begini Penjelasannya

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti lintas perguruan tinggi dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Kalbis Institute menggelar Focus Group Discussion (FGD) perdana pada Rabu (22/7/2026) di Hotel Golden Flower, Bandung. 

Langkah ini menjadi awal dari rangkaian riset mendalam untuk melihat sejauh mana regulasi sekolah mampu menekan risiko dampak negatif gim online, khususnya pada siswa tingkat akhir Sekolah Dasar (SD).

BACA JUGA: Luis Figo Bakal ke Indonesia Sambil Promosi Gim HGI, Catat Tanggalnya

Ketua Tim Peneliti UMN Dr. Tangguh Okta Wibowo, menjelaskan fokus utama penanganan masalah ini melalui kolaborasi peran antara pihak sekolah dan orang tua. Riset ini difokuskan pada siswa kelas 6 SD sebagai upaya pengurangan risiko (risk reduction).

Dia menyebut lewat FGD, penelitian ini berupaya memperkuat PP Tunas dengan cara membangun literasi antara keluarga dan sekolah. 

“Orang tua dan guru harus bisa bersinergi dan berperan dalam mencegah kecanduan gim," ujar Tangguh yang merupakan lulusan doktor dari Universitas Gadiah Mada

Menurut Dr. Tangguh, intervensi dari lingkungan sekolah sangat krusial mengingat anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sana. 

Namun, hasil studi awal tahun lalu menunjukkan belum adanya aturan spesifik di sekolah yang mengatur perilaku siswa dalam bermain gim multi-player online.

Persoalan Sistemik dan Inisiatif Guru

Dr. Tangguh menilai berbagai riset dari peneliti lain lebih banyak menyoroti kecanduan gim secara individu. Di sisi lain, persoalan ini melibatkan banyak lapisan yang membutuhkan kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Dia menyebutkan hasil penelitian pada 2025 menyimpulkan guru kerap mengambil inisiatif mandiri sebagai alternatif untuk menangani siswa yang kecanduan gim online. 

“Padahal dampaknya nyata, mulai nilai bisa turun, hubungan dengan teman memburuk, bahkan ada yang berujung tawuran akibat kalah main gim," jelasnya.

Tangguh mendorong pemerintah telah berupaya untuk memberi solusi dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas yang disahkan pada 2025. 

Namun, regulasi tersebut dinilai masih menitikberatkan tanggung jawab perlindungan anak pada orang tua semata.

“PP Tunas masih berfokus pada peran orangtua saja. Salah satu masukan kami nanti adalah PP Tunas juga perlu secara eksplisit melibatkan sekolah," tegas Tangguh.

Untuk menggali data yang komprehensif, FGD ini tidak hanya digelar di Bandung, tetapi juga akan berlanjut ke empat kota besar lainnya yaitu Yogyakarta, Denpasar, Jakarta, dan ditutup di Surabaya. Rangkaian FGD ini melibatkan berbagai perwakilan dari sekolah negeri maupun swasta.

Dukungan Hibah DIKTI dan Kolaborasi Multisektor

Rangkaian kegiatan riset ini merupakan bagian dari Hibah DIKTI Fundamental Reguler yang telah diterima sejak 2025 dan berlanjut hingga 2026. Hasil akhir dari riset lanjutan ini ditargetkan untuk merumuskan sebuah policy brief yang akan diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sebagai bahan masukan penyempurnaan PP Tunas.

Penelitian ini diketuai oleh Dr. Tangguh Okta Wibowo, dengan beranggotakan Dr. Wanda Gema P.A. Hidayat, Mujiono, Silvanus Alvin, dan Davis Roganda Parlindungan.

Khusus pada pelaksanaan 2026, tim peneliti dari UMN dan Kalbis ini juga menggandeng lembaga swadaya masyarakat Next Generation (NXG), sebuah pusat kajian literasi digital yang berfokus pada perlindungan anak, guna memperkuat efektivitas program dan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan.(era/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Keluarga Korban Pelecehan Desak Polisi Tahan Bus Bintang Zahira, Sopir dan Ownernya
• 59 menit lalu
0
thumb
BGN Sebut Prabowo Buka Peluang Motor Listrik Dipakai Lembaga Lain: Ada Motor Trail juga
• 13 jam lalu
0
thumb
Profil Sudaryono, Kepala BGN Baru Pengganti Nanik S Deyang
• 6 jam lalu
0
thumb
Prabowo Teken Keppres, Kuntadi Resmi Jadi Jampidsus Baru Gantikan Febrie Adriansyah
• 5 jam lalu
0
thumb
Mundur karena Sakit, Nanik Deyang Bantah MBG Dipakai untuk Kepentingan Politik 2029
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.