Sudaryono Dianggap Mampu Lakukan Terobosan di Badan Gizi Nasional

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik menilai mundurnya Naniek S Deyang dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) justru membuka peluang bagi optimalisasi program makan bergizi gratis. Meski baru menjabat sekitar satu bulan, pengunduran diri Naniek pada 8 Juni 2026 itu dinilai banyak pihak sebagai langkah yang mengejutkan.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyatakan bahwa kabar mundurnya Naniek bukan sekadar pergantian biasa, tetapi juga memicu spekulasi di kalangan publik. Ia meragukan alasan kesehatan yang dikemukakan Naniek sebagai penyebab utama pengunduran dirinya.

BACA JUGA: Mundur dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Berkomitmen Tetap Kawal Program MBG

“Saya yakin banyak pihak tidak percaya kalau pengunduran dirinya karena alasan perawatan sakit jantung seperti yang dikemukakan,” ujar Fernando.

Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa ada faktor lain di balik keputusan tersebut, termasuk dugaan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta Naniek mengundurkan diri. Hal itu berkaitan dengan jejak kepemimpinannya bersama Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung di BGN periode sebelumnya.

BACA JUGA: P2G Endus Pasal Misterius MBG di RUU Sisdiknas, Kesejahteraan Guru & Dosen Minim

“Mungkin ada yang curiga bahwa pengunduran dirinya atas permintaan Prabowo Subianto karena memiliki 'dosa' masa lalu ketika masih bersama-sama memimpin BGN,” tambah Fernando.

Menariknya, Presiden Prabowo langsung menunjuk Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai pengganti Naniek. Menurut Fernando, kecepatan penetapan pengganti menunjukkan bahwa proses pergantian sudah direncanakan beberapa waktu sebelum pengumuman resmi.

BACA JUGA: Purbaya Sebut Anggaran MBG Bakal Dipangkas Lagi

“Melihat kesiapan tersebut, kemungkinan prosesnya sudah terjadi berapa waktu sebelum diumumkan pengunduran diri Naniek,” kata Fernando.

Ia berharap Sudaryono mampu membawa perubahan signifikan di tubuh BGN. Terobosan yang diharapkan mencakup ketepatan sasaran penerima manfaat, pemenuhan standar gizi dalam setiap menu MBG, serta pengawasan ketat untuk mencegah kebocoran anggaran.

“Saya berharap Sudaryono akan mampu menjalankan tugasnya sebagai kepala BGN dengan melakukan berbagai terobosan untuk pelaksanaan agar tepat sasaran dan menu sajian MBG sesuai dengan standar yang ditentukan serta meminimalisir penyelewengan anggaran,” pungkas Fernando. (tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Krisis Anggaran Angkutan Pelayaran Perintis di NTT Mengancam Program MBG & KDMP


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Blok Masela di Mata Warga Tanimbar: Menanti Berkah dan Janji Kemakmuran
• 8 jam lalu
0
thumb
Menu Olahan Buah untuk Menu Sarapan
• 11 jam lalu
0
thumb
Geely Coolray, SUV Turbo di Tengah Tren Kendaraan Listrik
• 7 jam lalu
0
thumb
John Herdman Salut Dukungan Bali United untuk Timnas Indonesia Selama TC di Pulau Dewata
• 4 jam lalu
0
thumb
Dishub DKI Bangun Pelican Crossing di Lokasi JPO Tendean Ditabrak Truk
• 32 menit lalu
0
Berhasil disimpan.