Bridgestone Ungkap Keterbatasan Bahan Baku Karet Masih Jadi Tantangan Produksi

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bridgestone Indonesia mengungkap sejumlah tantangan dalam menjaga daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Bridgestone Ungkap Keterbatasan Bahan Baku Karet Masih Jadi Tantangan Produksi. Foto: dok. Kemendag.

IDXChannel - Bridgestone Indonesia mengungkap sejumlah tantangan dalam menjaga daya saing di pasar domestik maupun internasional. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan bersama Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso.

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan, Bridgestone Indonesia saat ini mengekspor produknya ke sekitar 70 negara dengan Australia, Jepang, dan Malaysia sebagai pasar ekspor utama. 

Baca Juga:
Jadi Gerbang Ekspor ke Amerika Latin, Mendag Dorong Pengesahan IP-CEPA 

Sementara itu, salah satu tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan pasokan bahan baku karet alam di dalam negeri. 

Menurutnya, penurunan produksi karet nasional mengakibatkan perusahaan masih harus mengandalkan sebagian bahan baku impor untuk memenuhi kebutuhan produksi. 

Baca Juga:
Mendag Budi Tegaskan IP-CEPA Buka Akses Ekspor Kendaraan hingga Pakaian

“Selain itu, pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap sejumlah komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri juga berpotensi memengaruhi kelancaran produksi,” ujar Mukiat saat berdialog dengan Mendag di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Di sisi lain, Bridgestone Indonesia juga menghadapi tantangan ekspor ke Uni Eropa akibat penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR). Oleh karena itu, Bridgestone Indonesia berharap penyelesaian IEU-CEPA dapat semakin meningkatkan daya saing produk Indonesia, termasuk melalui penurunan tarif bea masuk.

Baca Juga:
Kemendag Turunkan Harga Patokan Ekspor (HPE) Emas Jadi USD131.839 per Kg di Juli 2026

Menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, Mendag menegaskan, Kemendag akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menanggulangi berbagai tantangan yang dihadapi Bridgeston Indonesia. Dalam hal ini, termasuk berupaya meningkatkan akses pasar.

“Kemendag berkomitmen untuk terus memfasilitasi perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia, termasuk ban Bridgestone, melalui perundingan perdagangan yang telah berjalan maupun yang sedang dirundingkan. Kemendag juga menyambut baik partisipasi berbagai produk ban berkualitas dari Indonesia dalam promosi dagang internasional dan penjajakan bisnis (business matching) dengan calon buyer potensial melalui perwakilan perdagangan di luar negeri,” ujar Mendag.

Dia menjelaskan, saat ini Indonesia telah memiliki 20 perjanjian dagang yang telah diimplementasikan, 15 perjanjian dalam proses ratifikasi, serta 11 perjanjian yang masih dalam tahap negosiasi, termasuk penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Prinsipnya, kami ingin terus membangun komunikasi dengan dunia usaha. Jika terdapat kendala dalam kegiatan ekspor maupun investasi, sampaikan kepada kami agar dapat dicarikan solusi bersama. Selain itu, semakin banyak perjanjian dagang yang dimiliki Indonesia, semakin besar pula peluang pasar bagi produk nasional,” ujar Mendag.

Kemendag juga terus berkomitmen meningkatkan kemudahan layanan ekspor. Salah satunya, melalui sistem otomatisasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi negara-negara mitra perjanjian perdagangan sehingga proses ekspor menjadi lebih efisien.

Bridgestone Indonesia telah beroperasi sejak 1973 dengan fasilitas produksi yang berlokasi di Bekasi dan Karawang, Jawa Barat. Dalam menjalankan usahanya, Bridgestone Indonesia mengusung komitmen keberlanjutan Bridgestone E8 Commitment yang mencakup delapan nilai, yaitu Energy, Ecology, Efficiency, Extension, Economy, Emotion, Ease, dan Empowerment sebagai landasan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai bagi masyarakat. 

Selain itu, Bridgestone Indonesia tengah mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas Authorized Economic Operator (AEO) untuk meningkatkan efisiensi logistik serta memperkuat daya saing ekspor ke berbagai negara tujuan.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemkab Jeneponto Paris Yasir Roadshow Salurkan Seragam Sekolah Gratis
• 20 jam lalu
0
thumb
Alasan Mantan Pacar Tak Langsung Pulangkan Meila ke Keluarga: Terkendala Ongkos
• 21 jam lalu
0
thumb
[FULL] Analis Bahas soal Houthi Sekutu Iran Umumkan Blokade Laut Arab Saudi, Apa Dampaknya?
• 21 jam lalu
0
thumb
BWP Nature Yoga Diikuti 152 Peserta, Dorong Gaya Hidup Sehat
• 6 jam lalu
0
thumb
Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya!
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.