Ramai Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet, Gerindra Beri Penjelasan

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Partai Gerindra merespons spekulasi publik mengenai posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak berada di samping Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna. Gerindra memastikan tata letak tersebut tidak berkaitan dengan hubungan keduanya.

Ketua DPP Gerindra Bambang Haryadi menegaskan Prabowo dan Gibran tetap bekerja dalam satu irama menjalankan pemerintahan. Menurutnya, keduanya justru saling melengkapi dalam menjalankan tugas masing-masing.

"Pak Presiden Prabowo dan Mas Wapres Gibran saling melengkapi dalam bekerja. Keduanya selalu kompak," kata Bambang, Rabu (22/7/2026).

Bambang menjelaskan Prabowo memberikan ruang kepada Gibran untuk mewakili Presiden dalam berbagai agenda di daerah. Langkah itu disebut sebagai bentuk pembagian tugas yang berjalan baik di dalam pemerintahan.

"Mas Gibran berkeliling ke daerah-daerah untuk mengecek program pemerintah telah berjalan sesuai atau masih perlu perbaikan dan menyerap aspirasi masyarakat, mewakili Presiden. Itu bentuk kekompakan yang nyata antara Pak Presiden dengan Mas Wapres," ujarnya.

Gerindra meminta publik tidak terpancing narasi yang mengaitkan posisi duduk dengan hubungan politik di tingkat pimpinan negara. Bambang menilai ada pihak yang mencoba membangun opini seolah terjadi keretakan antara Prabowo dan Gibran.

"Jadi jangan didramatisir. Presiden dan wakil presiden bekerja saling melengkapi. Ada pihak yang ingin memecah kekompakan keduanya, dengan menframing narasi provokatif. Tapi kami yakin masyarakat tidak akan terpengaruh," katanya.

Sorotan terhadap posisi duduk Gibran muncul saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin (20/7/2026). Dalam sidang tersebut, Gibran duduk di jajaran menteri, berbeda dengan sidang kabinet sebelumnya yang menempatkannya sejajar dengan Presiden.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan perubahan tata letak itu dilakukan karena kebutuhan teknis. Presiden menggunakan teleprompter untuk menyampaikan evaluasi dan arahan yang memuat banyak data kepada seluruh anggota kabinet.

"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau Saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," kata Prasetyo.

Baca Juga: Diakui Pemerintah, Ada Masalah di Balik Posisi Kursi Prabowo-Gibran Tak Sejajar di Sidang Kabinet

Ia menegaskan perubahan posisi tersebut sama sekali tidak memiliki makna politik. Menurutnya, publik tidak perlu mengaitkannya dengan isu hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden.

"Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
JHL Sport Competition 2026 Pertandingkan Tiga Cabang Olahraga
• 14 jam lalu
0
thumb
Wacana Ojol Masuk UMKM? Ini Penjelasan Mensesneg Prasetyo
• 21 jam lalu
0
thumb
Viral DC Pinjol di Purworejo Diduga Lecehkan Wanita saat Tagih Utang Rp 4 Juta
• 4 jam lalu
0
thumb
Diduga Keracunan Makanan MBG, 14 Siswa SMAN 1 Pandaan Mual dan Muntah, 9 Dilarikan ke IGD
• 3 jam lalu
0
thumb
Komisi I Dukung Prabowo: Jangan Ada Loyalitas Korps Sempit TNI-Polri
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.