PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki pengembangan rantai pasok hidrogen hijau dari Indonesia ke Singapura melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan asal Singapura, eFUELS SEA Pte. Ltd.
Kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mengkaji peluang produksi, infrastruktur, hingga skema bisnis hidrogen hijau dan eFuels guna memenuhi kebutuhan energi bersih di kawasan.
Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (21/7/2026).
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar untuk dikembangkan menjadi hidrogen hijau yang dapat memasok pasar regional.
"Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi hidrogen hijau. Bersama eFUELS SEA, kami ingin mengkaji potensi tersebut secara menyeluruh, mulai dari aspek produksi, infrastruktur, logistik, hingga model bisnis, sehingga dapat membangun rantai pasok hidrogen hijau yang kompetitif dan berkelanjutan bagi pasar regional," ujar Hokkop.
Menurut dia, kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi PLN EPI dalam memperluas pengembangan energi primer rendah karbon sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai pasok energi bersih lintas negara.
"MoU ini menjadi fondasi untuk mengeksplorasi peluang pengembangan hidrogen hijau dan eFuels yang ke depan diharapkan dapat diwujudkan dalam proyek-proyek konkret. Kami percaya kolaborasi lintas negara akan menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target Net Zero Emissions sekaligus menciptakan nilai tambah dari potensi energi terbarukan Indonesia," katanya.
Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua perusahaan akan melakukan studi bersama mengenai pengembangan rantai pasok hidrogen hijau dari Indonesia menuju Singapura. Kajian mencakup evaluasi infrastruktur produksi, transportasi, penyimpanan, distribusi, penyusunan kerangka kerja komersial, pertukaran informasi teknis dan regulasi, hingga peluang pengembangan proyek percontohan.
Selain itu, PLN EPI dan eFUELS SEA juga akan mengevaluasi potensi pengembangan pembangkit berbasis energi terbarukan beserta aspek keterlacakan (traceability) dan keberlanjutannya guna menjamin pasokan hidrogen hijau dalam jangka panjang.
Sementara itu, Chief Executive Officer and Director eFUELS SEA Pte. Ltd. David Wang menilai Indonesia berpeluang menjadi salah satu pusat produksi hidrogen hijau di kawasan Asia Pasifik karena memiliki sumber energi terbarukan yang melimpah.
"Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan rantai pasok hidrogen hijau regional. Melalui kerja sama dengan PLN EPI, kami berharap dapat mengombinasikan potensi energi terbarukan Indonesia dengan pengalaman eFUELS SEA dalam pengembangan proyek dan teknologi eFuels untuk menghadirkan solusi dekarbonisasi yang dapat diterapkan secara komersial," lanjutnya.
Baca Juga: PLN EPI Asah SDM Hadapi Gejolak Pasar LNG Global
Baca Juga: PLN Punya Surplus Hidrogen 128 Ton per Tahun, Bisa Layani 438 Kendaraan
David menambahkan permintaan hidrogen hijau dan eFuels diperkirakan terus meningkat seiring komitmen berbagai negara menekan emisi karbon, khususnya pada sektor yang sulit dielektrifikasi seperti penerbangan, pelayaran, dan petrokimia.
"Kami optimistis kolaborasi ini dapat menjadi awal dari pengembangan proyek-proyek hidrogen hijau lintas batas yang mampu mendukung transisi energi di kawasan Asia Pasifik sekaligus memperkuat ekosistem hidrogen hijau yang berkelanjutan," tutupnya.






Komentar (0)