Liputan6.com, Jakarta - Nanik S Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menjabat selama 45 hari, sosoknya pun memberi kesan bagi sejumlah orang yang pernah bersinggungan, di antaranya Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan.
Dalam catatannya, Dirgayuza mengatakan, Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung dan mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN pada Selasa 22 Juli 2026.
Advertisement
Dirgayuza yang mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014, melihat satu hal yang tidak pernah berubah dari Nanik, yaitu tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan.
"Bu Nanik adalah sosok yang mengungkap kasus BMI Wilfrida Soik kepada Pak Prabowo, hingga kemudian Wilfrida dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," kata Dirgayuza, Rabu (22/7/2026).
Dirgayuza melanjutkan, saat memimpin BGN Nanik juga melihat sendiri bagaimana MBG menghidupkan ekonomi rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu libur sekolah, petani dan peternak mengeluh hasil produksinya tidak terserap. Pedagang pasar harus membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli.
"Dari sana terlihat bahwa satu porsi MBG bukan hanya mengisi perut seorang anak. Di belakang MBG ada penghasilan petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, UMKM, dan keluarga-keluarga Indonesia," tutur Dirgayuza.
Menurut Dirgayuza, meski Nanik sudah tidak menjadi orang nomor satu di BGN, Presiden meminta Bu Nanik tetap mengawasi BGN.
"Bu Nanik sendiri bergurau, ia tidak sabar untuk kembali bisa 'mencereweti' dan 'menjewer' jika ada yang menyimpang.Begitulah Bu Nanik. Bahkan ketika sedang sakit, yang dipikirkannya tetap pekerjaan, Presiden, rakyat, dan anak-anak Indonesia," tutupnya.





Komentar (0)