Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan keras kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Trump menegaskan Teheran akan menghadapi konsekuensi berat apabila kembali menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan personel militer Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Senin (20/7/2026), setelah Pentagon mengonfirmasi tewasnya tiga personel militer AS dalam insiden terpisah di kawasan Timur Tengah.
“Setiap kali Iran membunuh seorang tentara Amerika, mereka akan membayar berkali-kali lipat atas tindakan itu,” tulis Trump.
Trump mengungkapkan bahwa instruksi tersebut telah disampaikan kepada Pete Hegseth Menteri Pertahanan, Daniel Caine Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal, serta seluruh jajaran pimpinan militer Amerika Serikat.
Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan udara yang menyasar sejumlah lokasi di wilayah selatan Iran.
Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah fasilitas dan pangkalan yang diklaim digunakan militer Amerika Serikat di beberapa negara di kawasan.
Dilansir dari Antara, Pentagon menyatakan bahwa tiga personel militer AS tewas pada akhir pekan. Dua di antaranya gugur di sebuah pangkalan militer di Yordania, sementara satu prajurit lainnya meninggal dalam serangan di Irak utara.
Konfrontasi bersenjata tersebut terjadi meski kedua negara sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni 2026.
Kesepakatan itu bertujuan mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
Di tengah eskalasi militer, jalur diplomasi masih terus berjalan. Laporan CNN menyebutkan Amerika Serikat dan Iran sedang mempertimbangkan usulan gencatan senjata selama 10 hari sebagai langkah untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali proses negosiasi.
Usulan tersebut juga mencakup pelonggaran pembatasan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik krusial dalam perdagangan energi global.
Sementara itu, Gedung Putih menegaskan bahwa pemerintahan Trump tetap mengedepankan upaya diplomatik sembari menuntut pertanggungjawaban Iran atas kematian personel militer AS.
“Saat ini, Presiden Trump berfokus memastikan Iran mempertanggungjawabkan pelanggaran terhadap nota kesepahaman serta aksi terorisme yang terus dilakukan di Selat Hormuz,” kata seorang pejabat Amerika Serikat.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa pemerintah AS akan terus memberikan tekanan kepada Iran atas insiden yang menewaskan personel militernya.
“Pukulan telak ini akan terus berlanjut sampai presiden memutuskan sebaliknya, tetapi pembicaraan antara negara kita terus berlanjut,” ujarnya. (ant/saf/ipg)





Komentar (0)