Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami kenaikan cukup tajam setelah pembukaan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 22 Juli 2026, IHSG berada di posisi 6.366,012.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.26 WIB, IHSG langsung naik tajam sebesar 48,026 poin setara 0,76 persen ke level 6.388,047.
Adapun sebanyak 319 saham emiten menguat pada perdagangan pagi ini. Sementara, 208 saham lainnya melemah dan 211 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.26 WIB sebanyak Rp3,881 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 9,324 miliar saham.
Baca Juga :
Naik 108 Poin, IHSG Ditutup ke Posisi 6.340(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG berpotensi bullish
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi lanjut naik hingga ke level 6.700-6.850. "Tapi, hati-hati jika break kembali di bawah 6.300, berpotensi terkoreksi lagi ke 6.000-an," tutur Fanny.
"Diperkirakan support IHSG berada di level 6.230-6.300 dan resist IHSG di level 6.380-6.470," tambah Fanny dalam risetnya.
Adapun, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, didorong rally saham semikonduktor dan laporan keuangan emiten yang mayoritas melampaui ekspektasi. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,74 persen, S&P 500 menguat 0,89 persen, dan Nasdaq Composite melesat 1,29 persen.
Di sisi lain, mayoritas Bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 3,26 persen dan Topix meningkat 2,44 persen. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,04 persen.
Selain itu, Taiex Taiwan melonjak 4,2 persen, dan ASX 200 Australia naik 0,02 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi naik 3,56 persen dan Kosdaq menguat 0,49 persen. Di sisi lain, Straits Times bertambah 0,45 persen dan FTSE Malaysia berkurang 0,11 persen.
Sementara itu, IHSG pada perdagangan kemarin, 21 Juli 2026, ditutup naik 1,74 persen, disertai dengan net buy asing sebesar Rp360 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ANTM, PTRO, BMRI, BBRI, dan BREN.





Komentar (0)