Jakarta: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, mengaitkan kondisi kesehatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dengan beban kerja luar biasa yang diembannya selama satu setengah bulan terakhir. Hal ini disampaikan Hasan menanggapi pengunduran diri Nanik dari jabatannya.
Menurut Hasan, Nanik tengah memimpin proses perbaikan menyeluruh dan drastis di tubuh BGN. Kesibukan yang padat dan jam istirahat yang tidak teratur disebut berdampak pada penurunan kondisi fisiknya.
Hasan menyebut kondisi kesehatan Nanik menjadi persoalan, karena selama satu setengah bulan terakhir, melakukan perbaikan-perbaikan yang luar biasa berat dan besar di BGN.
"Waktu istirahat tidak teratur, bekerja jauh lebih keras karena ini bukan sekadar melanjutkan kepemimpinan, tetapi melakukan perubahan drastis dan radikal. Banyak hal yang harus diperbaiki sehingga kondisi kesehatannya menurun," ujar Hasan Nasbi saat dihubungi Metro TV, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca Juga :
Kepala BGN Mundur, Asisten Presiden Beberkan Prestasi Nanik Deyang
Hasan menambahkan kondisi kesehatan yang menurun tersebut mendorong Nanik untuk mengantisipasi secara serius. Sebelumnya, lanjut Hasan, Nanik tampak dalam kondisi sehat.
"Ketika itulah beliau merasa ini harus diantisipasi secara serius. Sebelumnya, beliau terlihat sehat-sehat saja," jelas Hasan.
Terkait kelanjutan kepemimpinan di BGN, Hasan menyampaikan bahwa Menteri Sekretaris Negara segera mengumumkan keterangan resmi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa struktur kepemimpinan di BGN tetap berjalan.
Pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. MI.
Hasan menjelaskan, BGN memiliki tiga pimpinan, yakni satu Kepala BGN dan dua Wakil Kepala. Baru-baru ini, Nanik bersama dua wakilnya telah melantik lima pejabat eselon I yang menduduki posisi deputi. Kelima pejabat baru itu dinilai memiliki pengalaman panjang di birokrasi, pemerintahan, hingga penegakan hukum.
"Secara tim, baik dari unsur pimpinan maupun eselon satu, BGN terlihat jauh lebih siap untuk melanjutkan perbaikan-perbaikan yang telah dirintis," kata Hasan.





Komentar (0)