Jakarta: Sejumlah berita ekonomi pada Selasa, 21 Juli 2026, terpantau menjadi perhatian para pembaca Metrotvnews.com. Berita itu mulai dari promo Lawson 21 Juli 2026 hingga Danantara Investment Management (DIM) Serahkan CLoA ke 8 mitra terpilih PSEL tahap kedua.
Berikut rangkuman berita selengkapnya:
1. Promo Lawson 21 Juli 2026: Buy 1 Get 1, Cek Daftar Menunya
Lawson kembali menghadirkan promo Buy 1 Get 1 Tuesday yang berlaku pada Selasa, 21 Juli 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mendapatkan satu produk gratis setelah membeli satu produk dengan jenis yang sama.
Baca berita selengkapnya di sini.
2. Wall Street Ambruk di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin waktu setempat setelah investor mengambil sikap hati-hati menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi besar. Sentimen pasar juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca berita selengkapnya di sini.
3. Pengusaha Didorong Angkat Potensi Ekonomi Lokal
Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) menilai pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional menunjukkan bahwa provinsi ini merupakan salah satu dapur ekonomi Indonesia.
Baca berita selengkapnya di sini.
Baca Juga :
Top 5 Ekonomi: Harga Emas Berpotensi Menguat hingga Daftar Lengkap Harga BBM4. Danantara Investment Management Serahkan CLoA ke 8 Mitra Terpilih PSEL Tahap Kedua
PT Danantara Investment Management (DIM) resmi menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan Mitra Terpilih Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap Kedua pada 20 Juli 2026. Penyerahan ini menandai babak baru dalam pengembangan program PSEL yang mencakup delapan lokasi di 20 kabupaten/kota di Indonesia.
Baca berita selengkapnya di sini.
5. Purbaya Sebut PFII Melengkapi Keuangan Domestik dengan Ekosistem Kelas Dunia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) bukan untuk menggantikan sistem keuangan domestik yang ada, melainkan untuk melengkapi dengan ekosistem kelas dunia yang terintegrasi.
Baca berita selengkapnya di sini.





Komentar (0)