Gerus Anggaran, Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp674 Triliun

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan angka tersebut meningkat hampir USD8 miliar dibandingkan estimasi publik sebelumnya.

Gerus Anggaran, Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp674 Triliun. Foto: Freepik.

IDXChannel - Perang Amerika Serikat (AS) di Iran telah menelan biaya sebesar USD37,5 miliar hingga saat ini atau setara Rp674,1 triliun (asumsi kurs Rp17.976). Melansir Reuters, Rabu (22/7/2026), Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan angka tersebut meningkat hampir USD8 miliar dibandingkan estimasi publik sebelumnya.

Dalam sidang dengar pendapat di Washington, Hegseth mengatakan angka tersebut mencakup berbagai aspek operasi militer serta perkiraan biaya hingga 30 September.

Baca Juga:
ASEAN Prihatin AS-Iran Kembali Panas, Dorong Selat Hormuz Segera Dibuka

Belum jelas bagaimana Pentagon menghitung total biaya sebesar USD37,5 miliar tersebut. Hegseth juga mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa latihan militer kemungkinan harus dikurangi apabila tidak ada tambahan pendanaan dalam waktu dekat.

Ini merupakan pertama kalinya Hegseth menghadapi pertanyaan publik dari anggota parlemen sejak militer AS kembali melancarkan operasi terhadap Iran pada awal bulan ini. Dalam sidang tersebut, dia hadir bersama Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, di hadapan Komite Alokasi Anggaran Senat.

Baca Juga:
Harga Emas Dunia Naik, Pasar Terus Cermati Konflik AS-Iran

Dengan hanya sekitar enam bulan menjelang pemilu paruh waktu (midterm elections), di mana Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump diperkirakan menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan mayoritas di DPR, Partai Demokrat memperoleh momentum dalam jajak pendapat opini publik. Mereka berupaya mengaitkan perang Iran dengan meningkatnya tekanan biaya hidup masyarakat.

Gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran runtuh pada awal bulan ini. Sejak saat itu, kedua negara terus melancarkan serangan setiap hari terhadap satu sama lain.

Baca Juga:
Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi 5 Pekan, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasokan

Jumlah personel militer AS meningkat menjadi 17 orang hingga akhir pekan lalu. Sementara itu, pejabat militer masih memeriksa jenazah seorang prajurit lain yang hilang setelah serangan terhadap pangkalan AS di Yordania. Dari 17 korban tewas tersebut, dua di antaranya dipastikan meninggal ketika Iran menyerang personel militer AS di Yordania.

Sekitar 430 personel militer AS telah mengalami luka-luka sejak konflik dimulai pada akhir Februari. Pentagon pada Senin menyatakan bahwa 100 personel mengalami cedera sejak 7 Juli, namun 96 persen di antaranya telah kembali bertugas. Belum diketahui apakah seluruh atau sebagian dari 100 korban tersebut sudah termasuk dalam total 430 korban luka yang tercatat dalam basis data publik Pentagon.

Dalam sepekan terakhir, Trump mengancam akan memperluas sasaran serangan di Iran, termasuk fasilitas energi dan jembatan, mengerahkan pasukan darat untuk merebut pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg, serta mengebom fasilitas bawah tanah yang diduga terkait program nuklir di kawasan yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain.

Pada Selasa, Trump mengatakan AS akan menghancurkan fasilitas di kawasan pegunungan tersebut dalam waktu dekat.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Liverpool Banting Setir Kejar Pencetak Gol Spanyol di Final Piala Dunia yang Ingin Dibuang Barcelona
• 6 jam lalu
0
thumb
Ibu Lamine Yamal Ceritakan Perjuangannya Membesarkan Sang Bintang di Apartemen Sempit Sambil Kerja di Restoran Cepat Saji
• 23 jam lalu
0
thumb
ASDP Diguyur Rp 139 miliar, Kapal Perintis NTT Kembali Beroperasi
• 23 jam lalu
0
thumb
Kepala BGN Mundur, Asisten Presiden Beberkan Prestasi Nanik Deyang
• 10 jam lalu
0
thumb
Menko Yusril Tegaskan Deportasi WN Palestina Abdul Karim Murni Kasus Kriminal
• 2 menit lalu
0
Berhasil disimpan.