Bandung Marak Begal, Dedi Mulyadi Usul Perbanyak Penjagaan Aparat Bersenjata di Titik Rawan: Meresahkan Warga!

grid.id
11 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyinggung soal maraknya aksi begal dan berbagai kejahatan jalanan di Bandung Raya. Dedi mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat agar menindaklanjuti masalah tersebut.

Seperti diketahui, Begal merupakan aksi kejahatan berupa perampasan barang milik korban di jalan dengan menggunakan ancaman, kekerasan, atau senjata tajam. Para pelaku biasanya mengincar pengendara sepeda motor, pejalan kaki, maupun orang yang sedang berada di lokasi sepi.

Selain menyebabkan kerugian materi, aksi begal juga dapat membahayakan keselamatan korban karena tidak jarang disertai penganiayaan. Belakangan ini, kasus begal kembali menjadi perhatian masyarakat di Kota Bandung.

Sejumlah laporan dan informasi yang beredar di media sosial membuat warga semakin waspada terhadap kejahatan jalanan. Mengetahui maraknya begal di wilayah Bandung, baru-baru ini Dedi Mulyadi mengambil tindakan tegas.

Dedi Mulyadi usul perbanyak penjagaan aparat bersenjata di sejumlah titik rawan. Langkah itu diambil untuk memberikan rasa aman pada masyarakat.

"Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar Untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi dikutip dari Instagram.

Menurut Dedi, keberadaan aparat di titik rawan itu bisa mencegah aksi kriminal. Selain itu, warga juga menjadi tenang saat beraktivitas.

"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," katanya.

Selain melibatkan aparat, Dedi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan. Ia menilai peran warga sangat penting untuk mencegah tindak kriminal di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Untuk itu mari kita bersama-sama untuk menjaga keamanan lingkungan kita masing-masing."

 

"Patroli di setiap RT-nya, di setiap RW-nya, di seluruh sudut-sudut strategis di wilayah kota dan desa yang menjadi potensi terjadinya akses pembegalan, perampokan, dan berbagai aksi kriminal lainnya yang meresahkan warga," tutur Dedi.

Selain begal, ia meminta agar polisi dan masyarakat waspada terhadap gangguan keamanan lain seperti geng motor, aksi tawuran dll.

"Termasuk geng motor dan tawuran antar anak muda maupun tawuran antar orang tua.

"Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi usul perbanyak penjagaan aparat bersenjata di sejumlah titik rawan terkait maraknya begal di Bandung.

Strategi Polda Jabar

Melansir TribunKaltim.co, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menegaskan bahwa eskalasi aksi begal serta tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang lazim disebut C3 telah menjadi prioritas atensi kepolisian.

"Perintah pak Kapolda Jabar jelas untuk tindak tegas terukur dan ini tak hanya ke polisi tapi untuk masyarakat pun boleh dengan catatan jangan sampai meninggal (pelaku kejahatan). Jadi, terima kasih kepada masyarakat yang telah posting sebagai kepedulian ke masyarakat," katanya, Senin (20/7/2026).

Jajaran Polda Jabar juga akan melipatgandakan intensitas patroli yang difokuskan pada waktu malam hingga dini hari, mengingat rentang waktu tersebut dipetakan sebagai periode paling rawan terjadinya aksi kriminalitas jalanan.

"Malam sampai dini hari merupakan jam rawan maka kami akan perbanyak personel utamanya jam libur di samping dini hari. Pak Kapolda dan Wakapolda pun sudah mengumpulkan para kapolres untuk memberikan penekanan bagaimana menyikapi masalah begal dan C3 ini," ujarnya.

"Jadi, 19 kasus itu yang viral di medsos, dan 24 kasus itu yang kami ungkap. Tapi, dalam puluhan kasus itu enggak sampai ada korban jiwa korbannya, hanya ketakutan dan luka-luka," katanya mengklarifikasi dampak dari rentetan kejadian tersebut. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Puan Dorong Penguatan Sentralitas ASEAN di Tengah Geopolitik Global
• 3 jam lalu
0
thumb
DPRD Jabar dukung penetapan siaga darurat kekeringan di 27 kabupaten
• 15 jam lalu
0
thumb
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
• 11 jam lalu
0
thumb
Panas! Roy Suryo Semprot Rismon Sianipar Tak Bisa Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
• 16 jam lalu
0
thumb
Puan Maharani Harap WNI Tetap Pertahankan Kewarganegaraan Indonesia di Tengah Meningkatnya Permohonan Pelepasan Status
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.