Dalam wawancara eksklusif bersama media Italia, La Gazzetta dello Sport, Tebas menilai FIFA terlalu berfokus memperbesar skala turnamen internasional demi kepentingan komersial. Menurutnya, keputusan tersebut dapat berdampak negatif terhadap kompetisi liga domestik yang menjadi fondasi utama industri sepak bola dunia.
“Menambah jumlah tim nasional sama sekali tidak masuk akal. Mereka menghancurkan industri sepak bola yang menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan, hanya demi sebuah acara yang berlangsung selama 40 hari,” ujar Tebas.
Baca Juga :
Presiden CONMEBOL Umumkan Piala Dunia 2030 Akan Diikuti 64 Tim“Kita membutuhkan lebih sedikit beban tim nasional dan lebih banyak perlindungan terhadap sepak bola domestik,” lanjutnya.
Tebas Desak Infantino Mundur
Tebas menilai masa kepemimpinan Infantino yang telah berlangsung hampir satu dekade sudah seharusnya berakhir. Namun, ia menyayangkan sikap federasi-federasi anggota FIFA yang dinilai memilih diam karena kuatnya pengaruh politik dan kekuasaan sang petahana.
“Apakah Infantino harus mundur? Menurut saya, ya. Waktunya sudah berakhir. Namun, dia mendapat dukungan dari sistem dan tidak ada kandidat oposisi yang berani maju. Banyak pihak menentang tindakan Infantino tetapi memilih diam,” tegas Tebas.
Baca Juga :
Konflik FIFA dan UEFA Memanas, Ceferin Boikot Final Piala Dunia 2026Selain mengkritik rencana ekspansi Piala Dunia, Tebas juga menyoroti kontroversi pembatalan sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut sebelumnya memicu perdebatan setelah muncul laporan adanya komunikasi langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Infantino.
Javier Tebas menilai kasus tersebut menjadi gambaran mengenai persoalan independensi dalam tata kelola FIFA.
“Sanksi terhadap pemain Amerika itu sangat serius. FIFA beruntung Belgia mengalahkan AS di babak 16 besar. Jika AS menang, kasus tersebut bisa saja berkembang menjadi hal yang membuat Infantino kehilangan jabatannya,” pungkasnya.
(Ahmad Raul)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)






Komentar (0)