Hadapi Kemarau, Perhutani KPH Indramayu Sisir Titik Rawan Karhutla

republika.co.id
15 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Indramayu memperketat pengamanan kawasan hutan Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau seperti sekarang.

Pengetatan keamanan tersebut dilakukan melalui patroli gabungan yang melibatkan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cikawung, Resort Pemangkuan Hutan (RPH), Mandor Polisi Teritorial (Polter), TNI, hingga Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Hutan Makmur.

Baca Juga
  • Ancaman Karhutla di KBB Meningkat di Saat Kemarau Ekstrem, Sepekan Tiga Kejadian
  • Sumur Mengering Akibat Kemarau, Warga Bandung Barat Kesulitan Air Bersih
  • Kemarau Melanda, Warga Majalengka Diperingatkan tak Bakar Sampah dan Lahan Sembarangan

Kepala BKPH Cikawung, Teten, mengungkapkan, dalam patroli skala besar itu, petugas gabungan menyisir sejumlah titik rawan karhutla. Petugas kemudian memasang papan peringatan yang berisi larangan membakar kawasan hutan Cikawung.

Selain menyisir kawasan hutan, petugas juga memastikan kelayakan sarana-prasarana pengendalian karhutla dan mengedukasi warga sekitar mengenai risiko kebakaran di musim kemarau. "Patroli ini merupakan agenda rutin. Namun, intensitasnya sengaja kami tingkatkan untuk meminimalkan risiko kerusakan ekosistem akibat karhutla," ujar Teten, dalam keterangan tertulisnya yang diterima kemarin.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng LMDH Hutan Makmur dalam patroli gabungan tersebut. Pasalnya, upaya pengamanan hutan tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Melalui sinergi ini, kami berharap kawasan hutan di wilayah kerja BKPH Cikawung tetap aman, lestari, dan terjaga dari berbagai ancaman, khususnya karhutla," ucap Teten.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Mengenali Orang Caper dari Ucapannya saat Ngobrol
• 1 jam lalu
0
thumb
TGIF 2026: Konser Musik Berlatar Pemandangan Indah GWK Bali
• 51 menit lalu
0
thumb
Goldman Sachs Kerek Proyeksi Harga Gas Eropa Gegara Gangguan Hormuz
• 9 jam lalu
0
thumb
BEM Nusantara Jatim Beri Tenggat 7 Hari ke Kejati soal Tuntutan Adili Febrie Adriansyah
• 23 jam lalu
0
thumb
Fakta Baru Hilangnya Jesslyn Wijaya Hingga Terlacak ke Malaysia
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.