VIVA – Timnas Indonesia bersiap memulai perjuangan di ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 dengan misi besar mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara. Turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara itu akan menjadi panggung perdana John Herdman membuktikan racikannya bersama skuad Garuda.
Sejak pertama kali digelar pada 1996, Indonesia belum pernah sekalipun mengangkat trofi. Prestasi terbaik Merah Putih hanya enam kali menjadi runner-up, menjadikannya tim dengan status finalis terbanyak tanpa gelar.
Pada edisi 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. Persaingan dipastikan tidak akan mudah karena setiap lawan datang dengan modal yang berbeda.
Vietnam masih menjadi ancaman terbesar sebagai juara bertahan. Sementara Singapura sedang dalam tren positif usai memastikan tiket ke putaran final Piala Asia 2027.
Di sisi lain, Kamboja juga tak bisa dipandang sebelah mata. Perkembangan sepak bola mereka terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan pada pertemuan terakhir di Piala AFF 2022, Indonesia hanya mampu menang tipis 2-1.
Kamboja Jadi Ujian Perdana
Perjalanan Garuda akan dimulai pada 27 Juli 2026 saat menjamu Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor. Kemenangan menjadi target wajib demi membuka peluang lolos ke semifinal.
Empat hari kemudian, Indonesia harus menjalani laga tandang menghadapi Timor Leste. Meski berstatus tim tamu, pertandingan akan digelar di Stadion Chonburi, Thailand.
Laga yang paling dinanti tentu terjadi pada 3 Agustus 2026, ketika Indonesia menjamu Vietnam di Stadion Pakansari. Duel ini diprediksi menjadi laga hidup-mati dalam perebutan tiket menuju babak semifinal.
Sementara fase grup akan ditutup dengan pertandingan tandang menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar pada 7 Agustus 2026.
Jadwal Padat Jadi Tantangan Herdman
Selain harus menghadapi lawan-lawan tangguh, John Herdman juga dituntut menjaga kebugaran para pemain.
Seluruh pertandingan fase grup hanya dipisahkan jeda sekitar empat hari. Ditambah perjalanan ke Thailand dan Singapura, rotasi pemain dipastikan menjadi salah satu kunci agar performa Timnas Indonesia tetap stabil.
Apabila berhasil lolos ke semifinal, tantangan akan semakin berat. Babak semifinal hingga final menggunakan format kandang dan tandang, sehingga konsistensi menjadi syarat mutlak bila Garuda ingin mengakhiri kutukan tanpa gelar.






Komentar (0)