NEW YORK – Sebuah laporan menyebutkan bahwa Pentagon menahan informasi mengenai puluhan korban luka-luka yang diderita pasukan Amerika Serikat (AS) selama perang di Iran. Disebutkan dalam laporan tersebut bahwa jumlah korban pasukan AS sebenarnya jauh lebih tinggi dari yang diumumkan Washington.
Setidaknya dua anggota militer tewas dan satu hilang setelah serangan Iran terhadap Pangkalan Udara AS Muwaffaq Salti di Yordania pada Jumat (17/7/2026). Pada Senin (20/7/2026), keduanya diidentifikasi sebagai Letnan Satu Tyler James Feehan, 25 tahun, dari Ewa Beach, Hawaii, dan Prajurit Isabella Gonzales, 19 tahun, dari Carrolton, Texas.
Namun, dalam pekan sebelum insiden tersebut, Iran melakukan tiga serangan lain terhadap fasilitas militer AS di Yordania yang melukai puluhan anggota militer dan merusak beberapa helikopter, demikian pejabat AS mengatakan kepada New York Times.
Pentagon tidak mengungkapkan serangan tersebut maupun merilis rincian korban dan kerusakan yang ditimbulkan.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyebut tuduhan tersebut sebagai "tuduhan yang tidak berdasar dan jahat".
“Departemen Perang menolak tuduhan yang tidak berdasar dan jahat tentang menyembunyikan jumlah korban luka sebagai kebohongan terang-terangan dari para pendukung partisan di New York Times yang sangat ingin mencoreng nama militer Amerika dan kepemimpinannya,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X, sebagaimana dilansir Independent.
“Klaim penyembunyian adalah rekayasa yang dimaksudkan untuk semakin menyusahkan rakyat Amerika setelah tiga anggota militer tewas dalam pertempuran. Perilaku yang menjijikkan, bahkan untuk New York Times. Faktanya, informasi korban militer AS tersedia untuk umum dan diperbarui secara berkala daring di Sistem Analisis Korban Pertahanan agar dapat ditinjau oleh semua orang, termasuk media.”
“Cedera di militer mencakup segala hal mulai dari keseleo pergelangan kaki ringan selama pelatihan rutin hingga insiden yang sama sekali tidak terkait dengan operasi tempur. Memilih angka mentah tanpa konteks akan memberikan gambaran yang sengaja menyesatkan dan tidak lengkap. Pasukan kita melaksanakan arahan Presiden dengan sangat baik, didukung oleh pelatihan, peralatan, dan perawatan medis yang unggul yang memprioritaskan keselamatan.”





Komentar (0)