Partai NasDem menegaskan Garda Pemuda NasDem menjadi salah satu pilar utama kaderisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan partai. Hal itu dinilai sejalan dengan meningkatnya kontribusi elektoral organisasi sayap kepemudaan tersebut pada Pemilu 2024 dibandingkan Pemilu 2019.
Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh mengatakan selama 11 tahun berdiri, Garda Pemuda NasDem telah berkembang menjadi salah satu pusat rekrutmen dan kaderisasi Partai NasDem. Menurutnya, banyak kader Garda Pemuda NasDem kini mengisi posisi strategis di struktur partai maupun lembaga legislatif.
"Sejak berdirinya Garda Pemuda NasDem 11 tahun lalu, Garda telah menjadi salah satu pusat rekrutmen dan kaderisasi Partai NasDem. Pengurus DPP saat ini sekitar 20 persen atau kurang lebih 15 orang merupakan kader Garda Pemuda NasDem," kata Prananda saat pembukaan Kongres II Garda Pemuda NasDem dan peringatan HUT ke-15 Garda Pemuda NasDem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (20/7).
Ia mengatakan sejumlah kader Garda Pemuda NasDem kini telah dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), sekretaris DPW, hingga menduduki kursi anggota DPR RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, bahkan menjadi kepala daerah.
“Ini adalah sebuah bukti bahwa jenjang kaderisasi dan pola perekrutan sudah ada di arah yang benar. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi kita jelas dan konkret, bukan abal-abal," ujar Prananda.
Prananda juga memaparkan kontribusi elektoral Garda Pemuda NasDem terus meningkat dalam tiga penyelenggaraan pemilu yang diikuti partai tersebut. Pada pemilu 2019, Garda menyumbang 926.959 suara dari total perolehan Partai NasDem sebesar 12,6 juta suara.
Sementara pada Pemilu 2024, kontribusi tersebut meningkat menjadi 1,5 juta suara dari total 14,6 juta suara yang diraih Partai NasDem.
"Di tingkat nasional, Garda Pemuda NasDem mampu memberikan sumbangsih yang cukup signifikan terhadap perolehan suara partai. Pada 2019 berkontribusi 926.959 suara dari total 12,6 juta suara. Pada 2024 meningkat menjadi 1,5 juta suara dari total 14,6 juta suara. Dari data ini kita melihat pentingnya peran pemuda dalam pemilu mendatang," kata Prananda.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan Garda Pemuda merupakan tulang punggung sekaligus sumber regenerasi kepemimpinan partai di masa depan. Karena itu, Kongres II Garda Pemuda NasDem diharapkan menjadi momentum memperkuat sistem pengkaderan organisasi.
"Bagi partai, Garda Pemuda NasDem adalah salah satu sumber rekrutmen kepemimpinan partai ke depan. Garda Pemuda adalah tulang punggung partai sekaligus sumber lahirnya kepemimpinan Partai NasDem," ujar Saan.
Ia menjelaskan Garda harus mampu melahirkan pemimpin yang berintegritas, kredibel, inovatif, dan kaya gagasan sesuai karakter NasDem sebagai partai yang mengedepankan politik gagasan.
Lebih lanjut, Saan menegaskan harapan besar partai terhadap Garda Pemuda NasDem sebagai organisasi yang mencetak calon-calon pemimpin.
"Partai sangat menaruh harapan besar terhadap keberadaan Garda Pemuda Partai NasDem. Kongres kedua ini harus menjadi momentum strategis untuk merumuskan langkah-langkah ke depan, terutama dalam memperkuat sistem pengkaderan di Partai NasDem. Memperkuat kepemimpinan dan ketokohan di Garda menjadi agenda yang sangat penting," ujar Saan.
DPP Partai NasDem juga menitipkan pesan agar Garda terus menjaga kredibilitas, integritas, profesionalitas, militansi, serta loyalitas terhadap partai.
"Karena Garda Pemuda adalah sumber lahirnya para pemimpin partai ke depan. Itu sebabnya partai meminta agar kredibilitas, integritas, profesionalitas, komitmen, militansi, dan loyalitas terus dijaga," kata Saan.
Prananda menambahkan, setelah Kongres II selesai, salah satu agenda organisasi adalah menyelesaikan pembentukan struktur hingga tingkat kecamatan agar sejalan dengan struktur Partai NasDem. Setelah itu, Garda akan terus merekrut kader-kader potensial untuk dipersiapkan menjadi anggota legislatif, kepala daerah, maupun fungsionaris partai.
"Tentu pertama-tama kita akan menyelesaikan struktur sampai tingkat kecamatan agar paralel dengan struktur partai. Setelah itu kita terus merekrut kader-kader potensial. Kalau memang memiliki potensi, nanti bisa menjadi anggota legislatif, calon kepala daerah, atau fungsionaris partai," ujar Prananda.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan target Partai NasDem yang ingin memperbesar porsi kepengurusan dari kalangan usia muda, yakni sekitar 55 hingga 60 persen pengurus berusia di bawah 45 tahun, sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan partai menuju Pemilu 2029.





Komentar (0)