Tiga Pendaki Masuki Kawah Gunung Ciremai, BTNGC: Zona Terlarang, Berbahaya, dan Rusak Ekosistem

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh aksi nekat tiga orang pendaki yang terekam kamera sedang menelusuri area kawah Gunung Ciremai. Video pendek tersebut langsung menuai perhatian mengingat kawasan kawah merupakan area terlarang bagi siapa pun yang tidak berkepentingan.

Menanggapi video tersebut, pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) tak tinggal diam. Melalui pengumuman resmi Nomor PG.14/T.33/TU/KSA.02.01/B/07/2026, BTNGC melayangkan peringatan keras sekaligus keprihatinan mendalam atas abainya para pendaki terhadap SOP keselamatan.

Baca Juga
  • KPAI Dorong Aksi Lintas Sektor Hentikan Perkawinan Anak di Indonesia
  • Polisi Gelar Razia Tempat Hiburan Malam di Cirebon, Belasan Pengunjung dan LC Dites Urine
  • MBG Jalan Lagi, Harga Daging Ayam di Cirebon Langsung Melonjak
Humas, Promosi, dan Pemasaran di BTNGC, Ady Sularso, menjelaskan, dalam surat pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala BTNGC, Toni Anwar, pihaknya menegaskan area kawah Gunung Ciremai merupakan zona inti yang dilarang untuk dimasuki pengunjung/pendaki.

“Aktivitas di dalam area kawah Gunung Ciremai oleh pihak yang tidak berkompeten tanpa izin adalah tindakan yang dilarang,” tegas Ady, Selasa (21/7/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia menambahkan, larangan bagi pengunjung/pendaki memasuki kawah Gunung Ciremai juga dikarenakan area tersebut memiliki medan sangat terjal, labil, dan rawan longsor serta batu guguran. Selain itu, potensi gas beracun dan perubahan aktivitas vulkanik juga menjadi ancaman bahaya yang mengintai.

“Di area kawah Gunung Ciremai juga tidak tersedia jalur evakuasi dan akses pertolongan yang memadai,” tukasnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AHY Tekankan Pembangunan Berkelanjutan untuk Pariwisata Bali
• 12 jam lalu
0
thumb
Defisit APBN Juni 2026 Capai Rp196,5 Triliun, Setara 0,76% PDB
• 12 jam lalu
0
thumb
Waka DPR Dorong Evaluasi Biaya Politik Usai Marak Kepala Daerah Kena OTT
• 9 jam lalu
0
thumb
Amunisi Baru Prajogo Garap Proyek Geothermal,  BREN Kantongi Pinjaman Rp 5,36 T
• 3 jam lalu
0
thumb
Rayakan HAN 2026, Anak Jalanan dan Pemulung akan Kunjungi Istana Kepresidenan
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.