Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) akan memberikan tiket pendidikan bidang Siber dan Sandi Negara pada Ibrahim Al Abrar (12) siswa kelas 6 SDN 3 Genengsari, Dukuh/Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali.
Tiket sekolah tersebut diberikan pada Ibrahim usai menerima penghargaan NASA, karena ia berhasil menemukan celah keamanan pada sistem domain publik NASA.
Ayah Ibra, Aminudin, mengatakan pihaknya mendapatkan undangan ke Pemkab Boyolali bertemu pejabat perwakilan BSSN. Dalam undangan tersebut berdiskusi mengenai kemampuan sang anak di bidang keamanan siber.
"Kami diundang karena ada kunjungan khusus dari BSSN untuk menemui anak kami Ibrahim Al Abrar," kata Aminudin, Selasa (21/7).
Dalam pertemuan tersebut, kata Aminudin, BSSN memberikan sejumlah pesan kepada Ibra. Salah satunya agar kemampuan yang dimiliki terus dikembangkan sehingga nantinya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
“BSSN berpesan agar anaknya bisa meningkatkan kemampuan lagi ke depannya. Supaya bisa memberikan manfaat untuk orang lain, dan memotivasi orang lain," kata dia.
BSSN, kata dia, juga memberikan apresiasi terhadap sikap Ibra yang memilih menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Salah satu hal yang dinilai menarik dari Ibra adalah etika dalam menggunakan kemampuan di dunia siber.
“Dia (Ibra) memilih melaporkan celah keamanan yang ditemukannya kepada pihak terkait, bukan memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi atau kejahatan. Itu dipuji BSSN,” paparnya.
Ia berharap kisah Ibra dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak maupun masyarakat lainnya untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki secara bijak dan bertanggung jawab.
"Ibrahim sudah memberikan contoh, bahwa anak kecil saja bisa, maka yang dewasa seharusnya juga bisa," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, BSSN juga memberikan tiket kepada Ibra untuk mengikuti pendidikan di bidang Siber dan Sandi Negara. Namun, kesempatan tersebut masih cukup panjang untuk direalisasikan.
“Ibra masih duduk di bangku sekolah dasar dan masih harus menyelesaikan pendidikan SMP hingga SMA. Sekolah khusus itu baru bisa dilakukan setelah lulus sekolah,” kata dia.
Sementara itu, Ibra mengaku senang mendapat perhatian dan apresiasi dari BSSN. Dia pun akan berkomitmen meningkatkan kemampuannya.
“Saya akan terus belajar dan mendalami dunia keamanan siber. Bangun portofolio, mencari kerentanan-kerentanan di website lain agar mendapatkan sertifikat untuk nama baik saya," kata Ibra.
Diberi Hadiah Tumbler hingga iPadDalam pertemuan tersebut, Ibra mengaku diberi sejumlah hadiah. Di antaranya tumbler, kaus, hingga sebuah tablet.
Ia pun sudah memiliki rencana untuk memanfaatkan perangkat tersebut untuk mendukung aktivitasnya belajar coding.
"Tadi dapat tumbler, kaus terus dapat tablet iPhone (iPad) buat coding. Ngetik bisa sangat cepat," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Siswa kelas 6 SDN 3 Genengsari, Desa Genengsari, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jateng, Ibrahim Al Abrar (12) mendapatkan surat apresiasi resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Anak pasangan Aminuddin Salas (36) dan Hannisa Oktaviani (36) mendapatkan penghargaan NASA setelah melaporkan adanya bug atau celah keamanan pada sistem atau domain publik NASA belum lama ini.
Ia mengaku mendapat surat apresiasi resmi dari NASA tertanggal 9 Juli 2026 lalu. Lewat kemampuannya di bidang cybersecurity yang dipelajari secara otodidak itu, ia berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan itu kepada Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA.
"Jadi setelah laporan tersebut diverifikasi, pihak NASA mengirimkan surat sebagai tanda penghargaan atas upaya dalam mendeteksi kerentanan tersebut dan membantu meningkatkan keamanan sistem mereka. Alhamdulillah, senang," kata Ibrahim Al Abrar, Jumat (17/7).
Ibra mengaku, berhasil menemukan celah keamanan NASA tersebut setelah belajar tentang cybersecurity. Dia belajar secara otodidak.






Komentar (0)