Bangun Literasi Kebencanaan, Pertamina Patra Niaga Gencarkan Budaya Siaga Bencana Lawat Panah Kesatria di Indramayu

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal (IT) Balongan menginisiasi program Panah Kesatria (Pelajar Tangguh, Kembangkan Sekolah Tanggap dan Ceria) di Indramayu, Jawa Barat.

Tujuan Program Community Involvement & Development (CID) ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, serta siap menghadapi potensi bencana.

Melalui program tersebut, tenaga pendidik dan peserta didik dibekali pengetahuan serta keterampilan mengenai kebencanaan.

Pembekalan ini bertujuan menjaga keselamatan warga sekolah, memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung, sekaligus melindungi sarana dan prasarana pendidikan saat terjadi keadaan darurat.

Panah Kesatria juga difokuskan pada peningkatan kapasitas seluruh warga sekolah melalui pemahaman mengenai berbagai risiko bencana.

Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, sekolah diharapkan mampu mempertahankan keberlangsungan pendidikan sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan ketika menghadapi situasi darurat.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya kesiapsiagaan sejak usia dini.

Menurutnya, edukasi kebencanaan perlu menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah agar seluruh warga memahami langkah yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat.

“Sekolah merupakan ruang penting untuk menanamkan kesadaran dan kesiapsiagaan bencana. Panah Kesatria merupakan wujud komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung lingkungan pendidikan yang lebih aman dan tangguh,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya di UPTD SMPN 1 Balongan, Panah Kesatria menghadirkan telah sejumlah kegiatan.

Program ini meliputi Gerakan Bumi Lestari melalui penanaman pohon dan edukasi pengelolaan sampah, Eco School untuk menumbuhkan budaya peduli lingkungan melalui penerapan prinsip 3R, Duta Tangguh Bencana yang membentuk siswa sebagai agen kesiapsiagaan, Immediate Crisis Responses guna meningkatkan kemampuan merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat, serta replikasi program agar praktik baik dapat diterapkan di sekolah lain.

“Rangkaian kegiatan Panah Kesatria dirancang agar pengetahuan kebencanaan dapat diterapkan dalam keseharian di sekolah. Dengan bekal tersebut, warga sekolah diharapkan semakin mampu mengenali risiko, merespons kondisi darurat, dan membagikan praktik baik kepada lingkungan yang lebih luas,” sebut Kitty.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Terima Laporan Terhadap Hotman Paris, Terkait Apa?
• 18 jam lalu
0
thumb
Investasi Rp352 T Blok Masela, Qodari sebut Jadi Katalis Ekonomi Indonesia Timur
• 17 jam lalu
0
thumb
Purbaya Akhirnya Buka Suara soal Video Viral di Sukoharjo, Tegaskan Hanya Kunjungi Saudara Istri
• 13 menit lalu
0
thumb
Kemendagri Kawal Penanganan Tuberkulosis dalam RPJMD hingga APBD
• 3 jam lalu
0
thumb
Polisi Ringkus Paman di Bekasi yang Bertahun-tahun Perkosa Keponakannya
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.