TNI Habema Lancarkan Operasi Terukur, Ancaman Kelompok Bersenjata di Intan Jaya Berhasil Dicegah

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, PAPUA TENGAH -- Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali menunjukkan komitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua. Melalui operasi yang dilaksanakan secara terukur dan berbasis informasi intelijen, pasukan berhasil menguasai sebuah honai yang diduga menjadi lokasi transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya mencegah potensi ancaman keamanan sebelum membahayakan masyarakat.

Operasi tersebut diawali dengan rangkaian pengumpulan informasi, pengamatan

lapangan, dan proses verifikasi yang dilakukan secara cermat. Seluruh tahapan

dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta mengutamakan

.rec-desc {padding: 7px !important;} keselamatan masyarakat, sehingga operasi dapat berjalan secara profesional,

selektif, dan terukur.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna mengatakan, operasi dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai dugaan rencana aksi bersenjata dan aktivitas konsolidasi kelompok tersebut di wilayah Intan Jaya.

"Kami tidak bergerak karena dugaan semata. Setiap langkah diawali dengan pengintaian, verifikasi, dan analisis yang matang agar tindakan yang

diambil benar-benar tepat sasaran. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat

tetap aman dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang," katanya dalam siaran pers, Selasa (21/7/2026).

Dalam operasi tersebut, pasukan mengamankan satu pucuk senjata api organik jenis

Lee Enfield kaliber 7,62 milimeter, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 milimeter, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah amunisi, serta berbagai

perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.

Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Koops TNI Habema dalam memutus

potensi ancaman bersenjata sejak dini. Pengamanan terhadap senjata dan

perlengkapan yang ditemukan di lokasi diharapkan dapat mencegah

penyalahgunaannya dalam aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan

masyarakat di Intan Jaya dan wilayah sekitarnya.

Wirya menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil.

"Setiap tindakan dilakukan secara profesional, berdasarkan informasi yang valid, serta selalu mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan," katanya.

Pada saat yang sama, Koops TNI Habema kembali mengajak anggota kelompok

bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan

memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin

kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui mekanisme yang

bermartabat, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan rekonsiliasi.

Bagi TNI Habema, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari senjata yang berhasil

diamankan, tetapi dari rasa aman yang kembali dirasakan masyarakat. Harapan

terbesar adalah agar anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut, masyarakat dapat

beraktivitas dengan tenang, dan kehidupan di Tanah Papua terus berjalan dalam

suasana damai dan aman.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sanksi yang Menanti WNI Jika Overstay di Korea Selatan, Bisa Didenda hingga Dideportasi
• 17 jam lalu
0
thumb
PAN Pecat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang Kena OTT KPK
• 12 jam lalu
0
thumb
Alarm Perubahan Iklim dari Jayawijaya
• 17 jam lalu
0
thumb
Empat kelas SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi roboh selama dua tahun
• 13 jam lalu
0
thumb
WTA Terapkan Aturan Baru, Petenis Putri Kini Wajib Tes Genetik
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.