JAKARTA, KOMPAS.com - Murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, telah hampir dua tahun menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menumpang di sekolah lain setelah sejumlah ruang kelas di sekolah mereka roboh pada 2024.
Selama periode tersebut, para siswa harus menggunakan ruang kelas milik SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi secara bergantian karena keterbatasan fasilitas.
Kondisi itu membuat murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 baru dapat belajar pada siang hari setelah siswa sekolah induk selesai menggunakan kelas.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai situasi tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur sekolah, melainkan juga berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar yang diterima siswa.
Menurut Ubaid, keterbatasan ruang dan waktu belajar berisiko mengurangi kualitas pendidikan yang seharusnya diterima peserta didik.
"Dampaknya akan sangat buruk karena menurunkan kualitas pendidikan," kata Ubaid saat dihubungi Kompas.com melalui Whatsapp, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh 2 Tahun, Haruskah Viral Dulu agar Diperbaiki?
Belajar Menumpang Membatasi Ruang dan Waktu SiswaKondisi belajar menumpang dialami siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sejak bangunan sekolah mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan keterangan wali murid, Tri Rahayu (45), ruang kelas ambruk pada hari pelaksanaan Pilkada 2024 saat sekolah sedang libur.
Setelah kejadian itu, seluruh siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi yang berada tepat di samping sekolah tersebut.
Namun, karena kapasitas ruang kelas terbatas, para siswa tidak dapat menggunakan fasilitas sekolah secara bersamaan.
Akibatnya, murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 harus menunggu hingga siswa sekolah induk selesai belajar sebelum memulai kegiatan belajar mengajar mereka pada siang hari.
Perubahan jadwal tersebut membuat rutinitas belajar siswa ikut berubah selama hampir dua tahun terakhir.
Baca juga: Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh, Kenapa Tak Kunjung Diperbaiki?
Proses Belajar Dinilai Tidak Lagi IdealMenurut Ubaid, keterbatasan ruang dan waktu belajar berpotensi membuat proses pendidikan berjalan tidak optimal.
Ia menilai sekolah seharusnya menjadi ruang yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang nyaman, memadai, dan mendukung perkembangan mereka.
Namun, kondisi yang terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dinilai berpotensi menggeser fungsi tersebut.






Komentar (0)