Valenth A Tambuto (24), WNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dilaporkan meninggal dunia di sebuah hotel di Yerevan, Armenia, pada Rabu, 15 Juli 2026 lalu. Valenth tewas dengan kondisi mengenaskan, mulut dilakban dan juga tangan terikat tali.
Di Kabupaten Maros, Valenth tinggal bersama dengan orang tuanya di Kampung Boko, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Menurut Mustaming, tetangga Valenth, mengaku kaget dengan informasi meninggalnya Valenth. Kata dia, sebelum berangkat ke luar negeri, anak muda itu sempat berpamitan dengannya dan tetangga yang lain.
"Kami semua kaget mendengar kabar ini. Dia itu saat mau berangkat ke luar negeri sempat pamit dengan kami (tetangga)," kata Mustaming.
Valenth kata Mustaming, dikenal sosok pribadi yang baik dan mudah bergaul. Dia juga adalah pekerja keras dan termasuk tulang punggung keluarga.
"Almarhum orangnya baik, ramah, dan mudah bergaul. Dia memang pekerja," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Valenth lulusan SMK. Menurutnya, Valenth pernah ke Filipina sebelum pergi ke Armenia.
"Infonya pernah juga ke Filipina bekerja," katanya.
Terpisah, Kepala Desa Moncongloe Lappara, Sirajuddin, membenarkan Valenth merupakan warganya. Dia sebut, Valenth bekerja ke luar negeri sejak tiga bulan lalu.
"Korban memang warga kami. Sekitar tiga bulan lalu berangkat ke Armenia untuk bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia," katanya terpisah.
Sirajuddin mengaku mengetahui kabar tersebut setelah dihubungi pihak keluarga dan melihat informasi yang beredar. Hingga kini, pemerintah desa masih menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten Maros terkait langkah yang dapat dilakukan untuk membantu keluarga korban.
"Kami masih menunggu informasi resmi terkait pemulangan jenazah dan siap membantu keluarga sesuai arahan pemerintah daerah," ujar Sirajuddin.
Sebelumnya Duta Besar RI untuk Ukraina merangkap Armenia dan Georgia, Arief Muhammad Basalamah, mengatakan institusinya turun tangan dan terus memonitor perkembangan melalui Kantor Ekstensi di Tbilisi, Georgia, dan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, Armenia.
Termasuk, kata Arief, proses pemulangan jenazah Valenth ke Indonesia. "Proses pemulangan jenazah dan penangan kasus oleh kepolisian setempat masih terus berjalan," kata dia.
Tewasnya Valenth ini menurut informasi yang diperoleh, diduga terkait kasus yang juga melibatkan sesama WNI di sana. Hingga saat ini proses penyelidikan kepolisian di Armenia masih berlangsung.






Komentar (0)