tvOnenews.com – Di balik kegemilangan luar biasa Lamine Yamal mengantarkan Timnas Spanyol menembus partai puncak Piala Dunia 2026, terselip kisah emosional yang menyayat hati dari keluarganya.
Mounir Nasraoui, ayah kandung dari sang wonderkid, secara terbuka membeberkan alasan pilu di balik keputusannya absen menyaksikan langsung aksi sang anak di Amerika Serikat.
Yamal, yang sukses membawa Spanyol menjuarai Euro dua tahun lalu, menjadi pilar utama La Furia Roja saat menantang Lionel Messi dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat.
- REUTERS/Hannah Mckay
Di saat sang adik, Keyne, terus mencuri perhatian kamera di tribun penonton sepanjang turnamen, sosok Mounir Nasraoui justru tak pernah menampakkan batang hidungnya sejak laga awal hingga partai final.
Nasraoui mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya yang mengidap penyakit epilepsi parah menjadi penghalang utama.
Ia diwajibkan mengonsumsi lima pil obat setiap hari untuk mengontrol kejang, sehingga penerbangan jarak jauh antarbenua sangat berbahaya bagi nyawanya.
"Saya seorang penderita epilepsi. Saya harus minum banyak obat setiap hari, dan saya bisa mengalami kejang kapan saja," ungkap Nasraoui seperti dikutip dari media Inggris, The Mirror.
"Saya bisa saja berada di sana saat ini, namun di bawah pengaruh stres atau emosi yang tinggi, saya bisa kejang tanpa disadari. Sebelum bepergian, Anda harus memikirkan kondisi saya, kondisi Lamine, dan semua orang. Saya tidak ingin menyusahkan orang lain, jadi lebih baik tinggal di rumah dan menonton dari sini," bebernya legawa.
- REUTERS/Albert Gea
Nasraoui memang dikenal cukup terbuka mengenai riwayat penyakitnya di media sosial. Sayangnya, kondisi fisik yang rentan itu kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab hingga menjadikannya sasaran kejahatan.
Bahkan, sebulan setelah pesta perayaan juara Euro 2024 lalu, ayah Yamal sempat menjadi korban penusukan brutally di sebuah area parkir mobil.
Belajar dari rentetan kejadian kelam tersebut, ia kini memilih menetap di kediamannya di Katalunya sambil memberikan doa terbaik untuk Yamal.
- Instagram @hustle_hard_304
Keberhasilan dahsyat Yamal menembus panggung elite sepak bola dunia di usia 19 tahun ini sejatinya tidak lepas dari pengorbanan berdarah-darah para pendahulunya.





Komentar (0)