Jakarta: Setelah sebulan berlangsung, gelaran Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan kemenangan Spanyol 1-0 atas Argentina di laga final. Hasil ini membawa La Roja meraih trofi dunia kedua mereka sejak terakhir kali mengangkat piala pada tahun 2010.
Wakil Eropa tersebut tampil memukau sepanjang turnamen berkat aksi para bintangnya, mulai dari Ferran Torres yang mencetak gol penentu di partai puncak, hingga sang wonderkid Lamine Yamal.
Bagi Yamal, gelar ini melengkapi kesuksesannya setelah sebelumnya membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024. Selain aksinya di lapangan, pemain berusia 19 tahun ini juga dikenal sebagai seorang Muslim. Keberhasilannya sekaligus menambah panjang daftar pesepak bola Muslim yang berhasil mengangkat trofi paling bergengsi di dunia.
Berikut adalah 12 pesepak bola Muslim yang berhasil menjadi juara Piala Dunia:
1. Zinedine Zidane
Zinedine Zidane di Piala Dunia, 9 Juli 2006. (David Ruddell/Flickr)
Zinedine Zidane menjadi tokoh kunci saat Prancis merengkuh gelar Piala Dunia pertamanya pada 1998. Ia mencetak dua gol sundulan yang membawa Les Bleus menang telak 3-0 atas Brasil di partai final yang berlangsung di Stade de France.
Pemain keturunan Aljazair ini mengakhiri turnamen sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis. Zidane secara terbuka menggambarkan dirinya sebagai seorang Muslim.
2. Mesut Ozil Mesut Ozil merupakan pilar utama tim nasional Jerman dalam meraih gelar Piala Dunia 2014. Gelandang keturunan Turki ini selalu tampil sejak babak penyisihan grup hingga laga final melawan Argentina, yang dimenangi Jerman 1-0 lewat gol tunggal Mario Gotze di babak perpanjangan waktu.
Özil dikenal sangat terbuka mengenai identitas keagamaannya, termasuk kebiasaannya berdoa di pinggir lapangan sebelum laga dimulai serta menjalankan ibadah harian di tengah kesibukannya sebagai atlet.
3. Sami Khedira Sami Khedira menjadi jenderal di lini tengah Jerman pada Piala Dunia 2014. Pemain berdarah Tunisia ini turut menyumbang satu gol saat Die Mannschaft membantai tuan rumah Brasil 7-1 pada laga semifinal.
Meski semula masuk dalam daftar starter untuk laga final, Khedira batal tampil karena mengalami cedera saat pemanasan sehingga posisinya digantikan oleh Christoph Kramer. Walau begitu, kontribusinya sepanjang turnamen tetap menjadi bagian penting dari keberhasilan Jerman.
4. Shkodran Mustafi Shkodran Mustafi melengkapi trio pemain Muslim dalam skuad Jerman yang menjuarai Piala Dunia 2014. Bek kelahiran Bad Hersfeld ini sempat dimainkan pada fase grup dan babak 16 besar sebelum akhirnya terhenti akibat cedera paha.
Cedera tersebut membuatnya absen di sisa turnamen. Meski demikian, Mustafi tetap terdaftar secara resmi sebagai bagian dari skuad yang merayakan gelar juara dunia di Brasil. Ia pun berulang kali menegaskan bahwa Islam memegang peranan penting dalam hidupnya.
5. Paul Pogba Paul Pogba tampil sangat menonjol saat membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Berperan sebagai pengatur serangan di lini tengah bersama N’Golo Kanté, Pogba menjadi motor permainan yang solid bagi timnya.
Ia turut mencetak gol ketiga Prancis dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia di laga final. Sebelum berlaga di Rusia, Pogba sempat menyempatkan diri untuk menjalankan ibadah umrah ke Makkah.
6. N’Golo Kante N’Golo Kanté merupakan pemain kunci dalam skema taktik Didier Deschamps pada Piala Dunia 2018. Daya jelajah yang tinggi serta kemampuannya memutus aliran serangan lawan menjadi kunci sukses Prancis menyingkirkan tim-tim besar seperti Argentina, Uruguay, Belgia, hingga Kroasia di fase gugur.
Gelandang keturunan Mali ini dikenal taat menjalankan ajaran Islam dan tetap berpuasa saat menjalani kompetisi ketat. Kanté menjadi satu dari tujuh pemain Muslim dalam skuad juara Prancis 2018.
7. Ousmane Dembele
Ousmane Dembele dalam laga melawan Spanyol Piala Dunia 2026. (Bryan Berlin/Wikimedia Commons)
Ousmane Dembele turut berkontribusi dalam perjalanan Prancis merengkuh trofi Piala Dunia 2018. Ia dipercaya menjadi starter pada laga fase grup melawan Australia dan Peru, sebelum akhirnya lebih sering masuk sebagai pemain pengganti di babak gugur.
Pemain keturunan Mali dan Mauritania ini merupakan bagian dari tujuh pilar Muslim di skuad Les Bleus. Di tingkat klub, Dembélé juga dikenal konsisten menjalankan ibadah puasa Ramadan.
8. Nabil Fekir Nabil Fekir berperan sebagai pelapis di lini serang Prancis pada Piala Dunia 2018. Ia beberapa kali dipercaya turun ke lapangan, termasuk saat masuk sebagai pemain pengganti di partai final melawan Kroasia.
Fekir secara terbuka pernah membagikan pengalamannya dalam menjalankan puasa Ramadan sebagai pesepak bola profesional. Ia turut naik ke podium untuk menerima medali emas juara dunia bersama skuad Prancis.
9. Adil Rami Meski tidak mencatatkan menit bermain selama Piala Dunia 2018, Adil Rami tetap memegang peranan penting sebagai pemain senior di ruang ganti Prancis.
Bek keturunan Maroko ini menjadi satu dari dua pemain Les Bleus yang tidak diturunkan sepanjang turnamen. Kendati demikian, statusnya dalam daftar 23 pemain resmi membuatnya tetap tercatat secara sah sebagai pemenang Piala Dunia.
10. Djibril Sidibe Djibril Sidibé mencatatkan satu penampilan saat Prancis bermain imbang tanpa gol melawan Denmark di laga pamungkas fase grup. Cedera yang dialaminya menjelang turnamen membuat posisi bek kanan utama terpaksa dialihkan kepada Benjamin Pavard.
Walau hanya tampil sekali, pemain keturunan Mali ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari sukses Prancis mengamankan gelar juara dunia keduanya.
11. Benjamin Mendy Benjamin Mendy tampil sebagai pemain pengganti dalam pertandingan fase grup melawan Denmark. Bek kiri ini sebelumnya harus melewatkan banyak laga akibat cedera panjang, sehingga posisi utama lebih banyak dipercayakan kepada Lucas Hernandez.
Mendy tetap masuk dalam skuad resmi pilihan Didier Deschamps dan berhak menerima medali juara. Ia menjadi pemain Muslim ketujuh di dalam skuad Prancis pada edisi 2018.
Baca Juga:
15 Pemain yang Pensiun di Piala Dunia 2026 12. Lamine Yamal Lamine Yamal menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar ini setelah mengantar Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Ia tampil dalam delapan pertandingan dan dipercaya menjadi starter saat La Roja menumbangkan Argentina di laga final.
Meski tercatat hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen, Yamal menorehkan akurasi operan mencapai 85 persen. Tak hanya itu, ia juga sukses mencatatkan 30 dribel sukses, jumlah tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil pada Piala Dunia 2026.
Prestasi ini kian melengkapi pencapaian Yamal bersama Spanyol usai menjuarai Euro 2024. Di usianya yang baru 19 tahun, ia juga menyamai rekor legendaris milik Pelé, Giuseppe Bergomi, dan Kylian Mbappé sebagai pemain remaja yang tampil sekaligus memenangi laga final Piala Dunia.





Komentar (0)