Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyampaikan duka mendalam kepada Kevin Keegan yang meninggal dunia pada usia 75 tahun. Sebagai bentuk penghormatan, FA memastikan akan menggelar tribute khusus ketika Inggris menghadapi Spanyol di Wembley pada September mendatang.
Dalam pernyataan resminya, FA menyebut Keegan sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Inggris yang memberikan kontribusi besar, baik sebagai pemain maupun pelatih.
“Kami sangat berduka atas kabar meninggalnya Kevin. Ia adalah sosok yang benar-benar ikonik dalam sepak bola Inggris dan dunia,” kata Mark Bullingham Chief Executive Officer (CEO) FA.
Menurut Bullingham, Keegan merupakan figur yang selalu membanggakan lambang Timnas Inggris selama mengabdi sebagai pemain maupun pelatih.
“Sebagai pemain dan pelatih, Kevin mewakili Three Lions sebanyak 91 kali dan tanpa diragukan lagi menjadi salah satu sosok sepak bola paling dikenal yang pernah dimiliki negara ini. Ia selalu mengenakan lambang Inggris dengan penuh kebanggaan, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya.
FA juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, sahabat, serta seluruh klub yang pernah dibela Keegan sepanjang karier profesionalnya.
“Kami akan memberikan penghormatan penuh untuk mengenang Kevin pada pertandingan Inggris melawan Spanyol akhir tahun ini,” tambah Bullingham.
Kevin Keegan lahir di Armthorpe, dekat Doncaster, dan memulai karier profesional bersama Scunthorpe United. Penampilannya yang impresif membuat Liverpool merekrutnya pada 1971.
Di bawah arahan Bill Shankly sang manajer legendaris, Keegan yang semula dimainkan sebagai gelandang kemudian dipindahkan menjadi penyerang.
Keputusan tersebut menjadi titik balik yang mengangkat namanya sebagai salah satu striker terbaik Inggris. Bersama John Toshack, ia membentuk duet tajam yang membawa Liverpool meraih berbagai gelar bergengsi.
Selama memperkuat Liverpool, Keegan memenangkan tiga gelar Liga Inggris, dua Piala UEFA, satu Piala Champions Eropa, dan satu Piala FA sebelum melanjutkan karier ke klub Jerman, Hamburg, pada 1977.
Bersama Hamburg, ia meraih gelar Bundesliga serta memenangkan Ballon d’Or secara beruntun pada 1978 dan 1979, menjadikannya salah satu pemain Inggris tersukses di kancah Eropa.
Setelah kembali ke Inggris, Keegan memperkuat Southampton dan Newcastle United. Di Newcastle, ia menutup karier bermain dengan catatan impresif, mencetak 48 gol dalam 78 pertandingan.
Kesuksesan Keegan berlanjut sebagai pelatih. Ia membawa Newcastle promosi ke Liga Inggris pada 1993 dan hampir mengantarkan klub tersebut menjadi juara Liga Inggris musim 1995/1996 sebelum dikalahkan Manchester United dalam persaingan gelar.
Karier kepelatihannya kemudian berlanjut di Fulham, yang berhasil dibawanya promosi, sebelum dipercaya menangani tim nasional Inggris pada Februari 1999 menggantikan Glenn Hoddle.
Bersama The Three Lions, Keegan membawa Inggris lolos ke putaran final Euro 2000 melalui kemenangan agregat atas Skotlandia di babak play-off. Namun Inggris gagal lolos dari fase grup setelah kalah dari Portugal dan Rumania.
Keegan mengundurkan diri sebagai pelatih tim nasional Inggris pada Oktober 2000 setelah kekalahan 0-1 dari Jerman dalam pertandingan terakhir yang digelar di Wembley.
Ia kemudian melatih Manchester City pada 2001 dan sukses membawa klub tersebut promosi ke Liga Inggris. Keegan juga menjadi sosok penting dalam masa transisi Manchester City dari Stadion Maine Road menuju Etihad Stadium, yang menjadi fondasi perkembangan klub pada tahun-tahun berikutnya. (saf/ipg)





Komentar (0)