Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, sekutu dekatnya, tidak akan ditangkap selama berada di wilayah AS.
Penegasan tersebut disampaikan setelah Wali Kota New York Zohran Mamdani mengatakan pemerintahannya sedang mengkaji langkah untuk menangkap Netanyahu, jika dia berkunjung ke Kota New York.
"Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara atau bentuk apa pun, selama berada di Amerika Serikat," tegas Trump dalam pernyataan via media sosial, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Selasa (21/7/2026).
"Dia sedang memerangi Republik Islam Iran, yang baru-baru ini menewaskan 52.000 demonstran yang tidak bersalah, dan telah menghabiskan 47 tahun terakhir dengan membunuh tentara-tentara Amerika dan yang lainnya," ujar Presiden AS tersebut.
"Satu-satunya pihak yang seharusnya ditangkap adalah orang-orang yang menyeret Iran ke dalam pusaran kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya, sesuatu yang seharusnya sudah ditangani bertahun-tahun lalu oleh para presiden sebelumnya," ucapnya.
Netanyahu menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dirilis oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang Gaza.
PM Israel itu menunda kunjungan ke AS baru-baru ini, yang awalnya dijadwalkan bulan Juli ini, menjadi bulan September mendatang. Netanyahu juga diperkirakan akan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang digelar di markas besar badan dunia itu di Kota New York.
(nvc/ita)






Komentar (0)