Dari Gadai BPKB, Pemuda Jlamprang Ubah Ratusan Warga Tak Buang Sampah ke Sungai

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Udara pagi di Dusun Jlamprang, Desa Gemawang, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, terasa menusuk kulit. Namun, hawa dingin itu tak menghentikan aktivitas sekelompok pemuda yang berkeliling mengangkut sampah dari rumah ke rumah.

Meski harus bergelut dengan sampah yang kotor dan berbau, mereka tetap bekerja tanpa canggung. Sampah-sampah itu dimasukkan ke dalam mobil pikap untuk kemudian dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Koordinator Pemuda Dusun Jlamprang, Surahman, mengatakan gerakan tersebut berawal dari keprihatinan terhadap kebiasaan warga yang dulu membuang sampah ke Sungai Selo karena belum tersedia sistem pengelolaan sampah.

"Jadi dulu itu warga buang sampahnya ke Sungai Selo, karena belum ada yang mengelola. Itu kan sampah numpuk langsung ke bawah karena kita di atas, numpuk di pinggir-pinggiran sungai," ujar Rahman kepada kumparan, Rabu (15/7).

Melihat kondisi tersebut, Rahman bersama para pemuda dusun menggagas pembentukan bank sampah. Mereka berinisiatif mengangkut sampah warga menuju TPS setelah pemerintah desa melarang pembuangan sampah ke sungai.

"Jadi kami yang mulai, karena waktu itu kan memang desa melarang warga buang sampah ke sungai, dipasangi imbauan tapi tidak ada solusi. Jadi kami berpikir seperti apa karena warga desa ini juga bingung," jelasnya.

Sebagai langkah awal, Rahman membentuk kelompok yang beranggotakan delapan hingga sepuluh pemuda. Mereka menyewa mobil pikap untuk mengangkut sampah setiap akhir pekan.

"Jadi awalnya nyewa mobil harian, itu awalnya gratis tidak dipungut biaya, kami sediakan tempat untuk warga membuang sampah dan kami angkut setiap hari Minggu," imbuhnya.

Gadaikan BPKB demi Beli Pikap

Kendala muncul ketika mobil sewaan tidak selalu tersedia setiap Minggu. Di tengah keterbatasan itu, salah seorang anggota kelompok mengusulkan agar BPKB kendaraannya digadaikan untuk membeli mobil sendiri.

"Jadi itu akhirnya pakai BPKB teman kami gadaikan, dapat 10 juta. Kami beli mobil pikap pertama, sisanya ditambah dengan kas pemuda. Itu kami cicil dan selesai tahun 2022 lalu. Itu khusus untuk mengangkut sampah," ungkap Rahman.

Pada awalnya, gerakan tersebut sempat menuai pro dan kontra dari warga. Namun, para pemuda terus melakukan pendekatan dan memberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

"Tetap ada yang menolak tapi kami berikan pengertian, kami beri pendekatan dan penjelasan satu demi satu warga yang menolak. Karena ini kan demi lingkungan kita sendiri, demi kebersihan," ungkap Rahman.

Kini Layani Lebih dari 100 Rumah

Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Saat ini, lebih dari 100 rumah telah bergabung dalam program pengelolaan sampah tersebut. Setiap rumah membayar iuran Rp10 ribu per bulan untuk mendukung operasional.

Lingkungan Dusun Jlamprang kini jauh lebih bersih. Sampah tidak lagi menumpuk di bantaran sungai maupun di sekitar permukiman warga.

Rahman mengatakan regenerasi juga menjadi perhatian utama agar gerakan tersebut terus berjalan. Para siswa SMP kelas IX dan SMA mulai dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan sampah.

"Jadi yang SMP kelas 3, siswa yang SMA kami juga mulai masukkan ke kelompok. Supaya kegiatan ini terus berjalan dari generasi ke generasi. Jangan berhenti karena ini salah satu usaha yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan kita," kata Rahman.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Nasional dalam Waktu Dekat
• 2 jam lalu
0
thumb
Protes Sejumlah Kebijakan FIFA, Presiden UEFA Absen di Final Piala Dunia 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
"Kalau Tak Keluar Gang, Enggak Bisa Lihat Siang", Kala Permukiman Tak Terjamah Matahari
• 12 jam lalu
0
thumb
KemenPPPA gandeng Alfamidi semangati ratusan anak disabilitas
• 20 jam lalu
0
thumb
Persija Jakarta Memperpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa hingga Akhir Musim 2026/2027
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.