HARIAN.FAJAR.CO.ID, KABUL—Setidaknya 20 orang tewas dalam banjir bandang di timur laut Afghanistan pada hari Senin waktu setempat, kata pemerintah yang dikelola Taliban.
Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat, dengan 100 orang masih hilang pada Senin malam.
Sebagian besar kerusakan dilaporkan terjadi di Parun, ibu kota Nuristan, kata Otoritas Manajemen Bencana Nasional Taliban dalam sebuah pernyataan. Setidaknya 80 orang terluka, menurut otoritas tersebut.
Dikutip dari The Jerusalem Post, para pejabat Taliban mengatakan pada Senin malam bahwa mereka telah meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan di provinsi terpencil di perbatasan Afghanistan-Pakistan.
Otoritas Manajemen Bencana Nasional mengatakan, tim penyelamat khawatir akan kerugian finansial dan korban jiwa yang besar.
Afghanistan termasuk di antara negara-negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, yang telah membuat beberapa bagian negara lebih rawan kekeringan dan bagian lainnya lebih banyak mengalami curah hujan.
Penggundulan hutan di Nuristan dan provinsi lain telah memperburuk banjir bandang dalam beberapa dekade terakhir dengan memperlambat penyerapan air hujan ke dalam tanah. (amr)






Komentar (0)