Studi Ungkap Komponen Mobil Listrik yang Paling Sering Bermasalah, Bukan Baterai

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Kekhawatiran terhadap kondisi baterai tegangan tinggi masih menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat saat membeli mobil listrik bekas.
 
Namun, studi terbaru menunjukkan komponen yang paling sering mengalami masalah justru bukan baterai, melainkan sistem kelistrikan dan komponen konvensional yang juga ditemukan di mobil bermesin pembakaran internal.
 
Analisis terbaru yang dilakukan Warrantywise di Inggris terhadap data klaim perbaikan kendaraan listrik mengungkapkan sebagian besar gangguan mobil listrik berasal dari sistem kelistrikan umum, suspensi, hingga aki 12 volt. Temuan ini menunjukkan bahwa baterai bertegangan tinggi yang selama ini dikhawatirkan ternyata relatif jarang mengalami kerusakan dibandingkan komponen lainnya.

Temuan tersebut menjadi gambaran penting bagi calon pembeli mobil listrik bekas karena menunjukkan biaya perawatan tidak selalu didominasi oleh kerusakan baterai, melainkan juga komponen pendukung yang mengalami keausan seiring pemakaian. Sistem kelistrikan menjadi sumber masalah paling umum Berdasarkan analisis Warrantywise, gangguan paling banyak berasal dari sistem kelistrikan umum, termasuk sensor dan sistem central locking. Baca Juga:
Simak Mekanisme Sewa Baterai Motor Listrik VinFast Serta Biayanya
Rata-rata biaya perbaikan untuk komponen tersebut berkisar antara 810 hingga 900 pound sterling atau sekitar USD1.085-1.205. Pada beberapa kasus, biaya perbaikan bahkan melampaui 3.000 pound sterling dan dapat menembus lebih dari 4.000 pound sterling, tergantung jenis kerusakan yang terjadi.
 
Data tersebut menunjukkan meskipun mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal, berbagai sistem elektronik tetap menjadi komponen yang paling sering membutuhkan perbaikan. Suspensi juga menjadi perhatian Komponen suspensi, terutama wishbone, menempati posisi berikutnya sebagai sumber klaim perbaikan. Nilai rata-rata klaim untuk perbaikan suspensi tercatat melebihi 1.200 pound sterling atau sekitar USD1.600, sementara klaim tertinggi mencapai lebih dari 4.100 pound sterling atau sekitar USD5.490.
 
Temuan ini mengindikasikan mobil listrik tetap menggunakan banyak komponen mekanis yang mengalami keausan layaknya kendaraan konvensional. Bahkan, bobot kendaraan listrik yang umumnya lebih besar akibat penggunaan baterai membuat sistem suspensi bekerja lebih berat sehingga berpotensi mengalami keausan lebih cepat. On-board charger menjadi komponen khusus mobil listrik yang mahal diperbaiki Di antara komponen yang memang spesifik dimiliki kendaraan listrik, on-board charger menjadi salah satu yang paling banyak memerlukan biaya perbaikan. Rata-rata nilai klaim mencapai sekitar 2.160 pound sterling atau setara USD2.890. Baca Juga:
Selain Seltos Terbaru, Ini Bocoran Produk Kia yang Bakal Melantai di GIIAS 2026
Sementara itu, klaim tertinggi bahkan mencapai 10.455 pound sterling atau sekitar USD14.000. Meski kerusakan pada komponen ini tergolong jarang terjadi, biaya perbaikannya dapat menjadi sangat tinggi ketika benar-benar mengalami gangguan. Kerusakan baterai ternyata relatif jarang Berbeda dengan anggapan umum, baterai tegangan tinggi atau high-voltage battery justru tidak masuk dalam lima besar komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
 
Hal ini menunjukkan baterai memiliki tingkat keandalan yang cukup baik dan kemungkinan turut dipengaruhi oleh masa garansi pabrikan yang umumnya lebih panjang dibandingkan komponen lain pada kendaraan listrik.
 
Meski demikian, apabila kerusakan benar-benar terjadi, biaya perbaikannya tetap tergolong tinggi. Berdasarkan data Warrantywise, rata-rata nilai klaim perbaikan baterai mencapai lebih dari 6.400 pound sterling atau sekitar USD8.570. Biaya perbaikan mobil listrik terus meningkat Analisis tersebut juga mencatat rata-rata nilai klaim perbaikan kendaraan listrik meningkat sekitar 10,7 persen sepanjang periode 2024 hingga 2025.
 
Peningkatan ini belum tentu mencerminkan penurunan tingkat keandalan kendaraan listrik. Kenaikan biaya diperkirakan lebih dipengaruhi inflasi, meningkatnya biaya tenaga kerja, serta harga suku cadang yang semakin mahal.
 
Meski data hanya berasal dari kendaraan yang tercakup dalam program garansi Warrantywise dan belum mewakili seluruh mobil listrik yang beredar, hasil studi ini memberikan gambaran bahwa baterai bukanlah komponen yang paling sering menjadi sumber biaya perbaikan pada mobil listrik bekas.
 
Bagi konsumen yang berencana membeli kendaraan listrik bekas, hasil analisis ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kondisi sistem kelistrikan, suspensi, aki 12 volt, serta riwayat perawatan kendaraan tidak kalah penting dibandingkan hanya berfokus pada kondisi baterai.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(UDA)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
KBRI Tokyo Gelar Akad Nikah Bersama Perdana di Sapporo, 8 Pasangan Ikut
• 8 jam lalu
0
thumb
Telkomsel Jual Paket Bundling CapCut: Harga Mulai Rp 68 Ribu Per Bulan
• 9 jam lalu
0
thumb
Bertambah, 4 Pemerkosa Remaja Perempuan di Sampang Berhasil Ditangkap
• 6 jam lalu
0
thumb
Koalisi Sipil Tolak Babinsa Ikut Awasi Pajak, TNI Sebut Belum Bahas
• 3 jam lalu
0
thumb
Insiden Bom di MAN 3 Padang, Polisi: Pelaku Tak Terlibat Jaringan Teroris dan Bukan Lone Wolf
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.