Pramono Akui Tak Semua Masalah di Jakarta Bisa Langsung Diketahui Pemprov DKI

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tidak semua permasalahan di Jakarta dapat langsung diketahui oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Ia menilai, luasnya wilayah Jakarta membuat masih ada persoalan yang baru diketahui setelah ramai diperbincangkan masyarakat atau viral di media sosial.

“Jadi lapangannya memang Jakarta yang begitu luas. Sering kali kalau bagi saya yang viral-viral itu malah pasti saya kasih atensi khusus untuk segera diselesaikan," kata Pramono saat ditemui di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Baca juga: Lapangan Sempur Ditutup Sementara, Ini Tempat Alternatif untuk Jogging di Bogor

Adapun pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menanggapi kondisi SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, yang bangunannya roboh.

Ia mengaku baru mengetahui kondisi sekolah itu setelah videonya viral di media sosial.

Karena itu, isu yang viral akan mendapat perhatian khusus agar dapat segera ditangani.

“Yang pertama saya ingin jawab ini SD negeri di Kebayoran Lama. Tentunya segera kami tangani dan saya terus terang baru tahu ketika ini viral," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga memastikan bangunan SD Negeri 09 Kebayoran Lama Selatan akan segera diperbaiki.

"Jadi untuk SD negeri yang di Kebayoran Lama ini segera kami selesaikan. Pokoknya segera kami selesaikan," tegasnya.

Baca juga: Warga Jakpus Menolak Digusur, Kami Sudah 5 Generasi Tinggal di Sini, Sebelum Indonesia Merdeka

Sebelumnya, kondisi SD Negeri 09 Kebayoran Lama Selatan menjadi sorotan setelah video bangunan sekolah yang roboh beredar di media sosial.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam video itu terlihat rangka baja melengkung dan ambruk menimpa ruang kelas. Genteng, plafon, kayu, dan puing bangunan berserakan hingga menutupi meja serta kursi siswa.

Dalam narasi video disebutkan para siswa untuk sementara dipindahkan ke SD Negeri 11/12 Kebayoran Lama Selatan yang lokasinya berdekatan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sambil menunggu perbaikan gedung sekolah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Belajar dari Negara Lain, Revisi UU Hak Cipta Diminta Tak Merugikan Media dan Masyarakat
• 22 jam lalu
0
thumb
Lima Bulan Mengendap, Kasus Pengeroyokan Pelajar di Klub Malam Surabaya Naik Penyidikan, Tiga Jadi Tersangka
• 9 jam lalu
0
thumb
Tarif Lepas WNI Naik Jadi Rp5 Juta, Menkum: Apa yang Perlu Diresahkan?
• 15 jam lalu
0
thumb
Menkum Ungkap Alasan Biaya Lepas Status WNI Naik Jadi Rp 5 Juta
• 14 jam lalu
0
thumb
BGN Kenalkan 5 Pejabat Baru: Ada Eks Kapuspenkum Kejagung-BPKP
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.