UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III Borong Prestasi di Festival Permainan Rakyat 2026

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III mengukir prestasi pada Festival Permainan Rakyat Tahun 2026 yang digelar Dinas Kebudayaan Kota Makassar bekerja sama dengan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sulawesi Selatan. Dalam ajang yang berlangsung pada 18-19 Juli 2026 itu, sekolah tersebut berhasil meraih Juara II Lomba Lari Balok tingkat SD dan Juara III Lomba Enggrang tingkat SD.

Festival yang dipusatkan sebagai upaya melestarikan permainan tradisional ini diikuti ratusan pelajar tingkat SD dan SMP dari berbagai sekolah di Kota Makassar. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga bertujuan menanamkan nilai sportivitas, kerja sama, disiplin, serta kecintaan terhadap budaya lokal.

Pada pelaksanaannya, Dinas Kebudayaan Kota Makassar menggandeng KPOTI Sulawesi Selatan sebagai pelaksana teknis sekaligus penyedia dewan juri. Kolaborasi tersebut membuat seluruh rangkaian perlombaan berjalan tertib, profesional, dan objektif.

Tiga cabang permainan tradisional dipertandingkan dalam festival tersebut, yakni Lomba Lari Balok tingkat SD dan SMP, Lomba Enggrang tingkat SD, serta Lomba Lari Terompah Panjang tingkat SMP.

Di tengah persaingan yang berlangsung ketat, siswa-siswi UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga membawa pulang dua gelar juara. Capaian itu menjadi hasil dari latihan yang dilakukan secara konsisten serta kerja sama antara peserta didik, guru, dan orang tua.

Kepala UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III, Hj. Rosmiati, S.Pd., M.Pd., mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih para siswanya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang berhasil diraih oleh anak-anak kami. Hasil ini merupakan buah dari kerja keras para siswa, bimbingan guru, dukungan orang tua, serta semangat untuk terus belajar dan berlatih. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi sekaligus mencintai permainan tradisional sebagai bagian dari budaya bangsa,” ujarnya.

Rosmiati menegaskan, keikutsertaan sekolah dalam Festival Permainan Rakyat tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung pelestarian budaya melalui kegiatan edukatif dan menyenangkan.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari peran guru pendamping, Akis Mayanto, S.Pd., M.Pd., yang mendampingi para peserta sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba. Melalui latihan yang terarah, pembinaan teknik bermain, serta penguatan mental bertanding, para siswa mampu tampil percaya diri di setiap nomor yang diikuti.

Menurut Akis, proses latihan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.

“Kami mengajarkan kepada anak-anak bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka belajar bekerja sama, menghargai teman, menjaga sportivitas, serta mencintai permainan tradisional sebagai identitas budaya Indonesia. Alhamdulillah, kerja keras mereka membuahkan hasil yang membanggakan bagi sekolah,” katanya.

Ia juga mengapresiasi Dinas Kebudayaan Kota Makassar dan KPOTI Sulawesi Selatan yang terus menghadirkan Festival Permainan Rakyat sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan.

Melalui permainan seperti lari balok, enggrang, dan terompah panjang, para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mengenai kerja sama, kepemimpinan, komunikasi, keseimbangan, hingga semangat pantang menyerah.

Prestasi yang diraih UPT SPF SD Inpres Perumnas Antang III diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus mengembangkan kegiatan pelestarian budaya melalui permainan rakyat. Selain melahirkan prestasi, kegiatan tersebut dinilai mampu membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, serta bangga terhadap warisan budaya Indonesia.

Festival Permainan Rakyat 2026 pun kembali menegaskan komitmen Dinas Kebudayaan Kota Makassar bersama KPOTI Sulawesi Selatan dalam menjaga eksistensi permainan tradisional agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman dan terus diwariskan kepada generasi penerus.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Purbaya Isyaratkan Anggaran MBG Berpotensi Turun
• 19 jam lalu
0
thumb
Wangi Parfum Paling Unik yang Pernah Ada
• 23 jam lalu
0
thumb
Laporan Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Dicabut, Polisi Belum Hentikan Penyelidikan
• 7 jam lalu
0
thumb
Kejari Tangsel Setor Rp14,2 Miliar Hasil Sitaan Kasus Pinjol Ilegal ke Kas Negara
• 17 jam lalu
0
thumb
Polisi Wonogiri yang Kirim Foto Cabul ke Anak Atasannya Terancam Dipecat
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.