Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi

okezone.com
7 jam lalu
Cover Berita

SANAA - Kelompok pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran telah mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi. Langkah ini menandai eskalasi terbesar antara kedua pihak dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini terjadi seminggu setelah pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang didukung Saudi membom Bandara Internasional Sanaa dalam upaya untuk mencegah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi kembali dari Teheran mendarat.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin, (20/7/2026), Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, mengutuk apa yang disebutnya sebagai "pengepungan yang tidak adil dan menindas" terhadap negara tersebut.

Baca Juga :
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran

"Angkatan Bersenjata Yaman mendeklarasikan embargo maritim terhadap musuh Saudi yang kriminal, berdasarkan prinsip 'mata ganti mata,' yang berlaku segera," kata Saree dalam sebuah video yang diunggah di X, sebagaimana dilansir RT.

Juru bicara tersebut memperingatkan bahwa "tindakan bodoh apa pun" oleh Arab Saudi "akan ditanggapi dengan eskalasi yang komprehensif dan tegas."

Kementerian Luar Negeri Saudi mengutuk "milisi teroris Houthi" dan berjanji untuk "mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapalnya sesuai dengan hukum internasional."

Baca Juga :
Kapal Tanker Berbendera Liberia Diserang Houthi di Lepas Pantai Yaman

Kelompok Houthi, sebuah gerakan Syiah, merebut ibu kota Yaman, Sanaa, selama perang saudara di negara itu pada tahun 2014. Setahun kemudian, Arab Saudi memimpin intervensi militer atas nama pemerintah yang diakui secara internasional. Kampanye pengeboman tersebut, yang dikutuk oleh PBB dan organisasi hak asasi manusia, memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Kelompok Houthi menanggapi kampanye yang dipimpin Saudi dengan meluncurkan rudal dan drone ke target di Arab Saudi, termasuk bandara dan fasilitas energi.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tiongkok Bantah Tuduhan Filipina soal Pelaut yang Dipukul di Laut China Selatan
• 4 jam lalu
0
thumb
Keluarga Ungkap Mata Meila Ditutup & Diancam Dibunuh, Ibu Sempat Susul ke Lokasi
• 23 jam lalu
0
thumb
Presiden Vladimir Putin Memuji Hubungan Rusia dan RRDK Saat Bertemu Choe Son Hui di Kremlin
• 11 jam lalu
0
thumb
Cegah Penyuapan, Kemenimpas Bentuk Unit Pengendalian Gratifikasi di 845 Satker
• 7 jam lalu
0
thumb
Menkum Sebut Lepas Status WNI Kini Tak Mudah: Bebas Utang Pajak-Lolos Cek 15 K/L
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.