Keluarga Meila Nurpadilah (23), perempuan asal Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, mengungkap detik-detik sebelum korban diduga dibawa paksa oleh mantan pacarnya. Berdasarkan cerita adik korban, Meila sempat ditutup matanya dan diancam akan dibunuh apabila berteriak atau melawan.
Peristiwa itu bermula pada Minggu (12/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Meila berpamitan kepada ibunya untuk membeli es di sebuah kedai yang lokasinya tidak jauh dari rumah. Sebelum berangkat, korban hanya meminta uang Rp 10 ribu dan mengajak adiknya yang masih kecil untuk menemani berjalan kaki.
Adik korban, Silma (19), mengatakan salah satu adiknya yang pergi bersama Meila menceritakan bahwa setiba di kedai, mereka bertemu dengan seorang pria yang merupakan mantan pacar Meila. Pria tersebut kemudian menghampiri korban saat hendak membeli minuman.
"Adik saya cerita, awalnya Teh Amey ditarik tangannya sama laki-laki itu. Terus adik saya disuruh duduk dulu. Kata adik saya, mata Teh Amey sempat ditutup. Alasannya mau kasih hadiah ulang tahun," ujar Silma saat ditemui, Senin (20/7).
Silma mengatakan alasan tersebut membuat orang-orang di sekitar lokasi tidak menaruh rasa curiga. Bahkan, pihak kedai maupun warga sekitar mengira pria tersebut benar-benar hendak memberikan kejutan ulang tahun kepada Meila.
Setelah keluar menuju area parkir, situasi berubah. Berdasarkan cerita adik korban, Meila sempat berusaha melarikan diri hingga terjadi tarik-menarik dengan pria tersebut.
"Katanya sempat berantem di parkiran. Tapi Teh Amey enggak berani melawan terus karena diancam. Katanya kalau teriak atau banyak bicara bakal dibunuh," ungkap Silma.
Sementara itu, ibu korban, Eulis Komariah (54), mengaku dirinya langsung menuju lokasi setelah mendapat telepon dari salah seorang warga yang mengabarkan putrinya sedang bertengkar dengan seorang laki-laki di depan kedai.
"Saya langsung ke sana. Pas sampai di lokasi, tukang parkir cerita kalau awalnya dikira mereka lagi bikin kejutan ulang tahun. Soalnya mata anak saya ditutup, jadi enggak ada yang curiga," kata Eulis.
Eulis mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, setelah terjadi keributan di area parkir, korban kemudian dibawa menggunakan sepeda motor ke arah Rajamandala. Sementara adik korban ikut dibawa sebelum akhirnya dipulangkan seorang diri menggunakan ojek online pada sore harinya.
"Adiknya bilang sempat minta tolong di jalan, tapi enggak ada yang merespons. Mungkin orang mengira mereka hanya pasangan yang sedang bertengkar. Padahal setelah itu anak saya enggak pulang sampai sekarang," ujarnya.
Eulis mengaku setiap hari keluarganya terus berharap ada kabar mengenai putrinya. Ia berharap siapa pun yang mengetahui keberadaan Meila dapat segera melapor kepada kepolisian atau menghubungi pihak keluarga agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.






Komentar (0)