Tim PKM Dosen UNIMERZ malaksanakan Penyuluhan dan Pelatihan Diversifikasi Chao menjadi Frozen Food Nugget di Kelurahan Bontomatene Pangkep

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID – Tim dosen dari Universitas Megarezky berhasil meraih hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Tim yang diketuai oleh Ade Irma, S.Si., M.Si. dari Program Studi S1 Sains Biomedis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Megarezky, bersama anggota dosen Aminah Djunaid, S.E., S.H., M.M. dari Program Studi Kewirausahaan dan Juniati Binti Lukman, S.Si., M.Biomed. dari Program Studi Sains Biomedis, serta mahasiswa Rezki Ramadhani Ahmad dan Rizka Nurafni Rifai Letlet, menjalankan program pengabdian Masyarakat yang berjudul: “Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Diversifikasi Pangan Probiotik Chao menjadi Produk Frozen Food Nugget di Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.”

Menurut Ade Irma sebagai ketua pengusul menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi mitra di Kelurahan Bontomatene adalah menurunnya produktivitas dan popularitas produk pangan tradisional Chao di tengah masyarakat.

“Chao merupakan makanan fermentasi tradisional khas Kabupaten Pangkep yang terbuat dari bahan baku utama ikan. Berdasarkan hasil Riset atau penelitian yang telah kami lakukan, Chao mengandung Bakteri Asam Laktat (BAL) yang termasuk dalam kelompok Probiotik dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan, seperti meningkatkan daya tahan tubuh, memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antioksidan dan potensinya sebagai antikanker. Namun saat ini, produk Chao sudah jarang ditemui di Pangkep akibat perubahan gaya hidup masyarakat modern yang cenderung menyukai produk instan dan menarik secara visual,” jelasnya.

Selain itu, Kelurahan Bontomatene memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor perikanan dan produk pangan fermentasi Chao menggunakan bahan baku utama berupa ikan. Akan tetapi, masyarakat Kelurahan Bontomatene belum memiliki keterampilan dalam mengolahnya menjadi produk inovatif yang bernilai tinggi, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi. Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga dapat membuka peluang usaha yang berkelanjutan serta dapat menjadi upaya dalam pelestarian warisan budaya Pangkep.

Produk Nugget berbasis Chao ini memiliki nilai jual yang tinggi karena mengandung bakteri probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan, dikemas dengan standar higienis menggunakan teknologi vakum sealer, serta memiliki daya simpan yang lama melalui proses pembekuan,” tambah Ade Irma.

Dengan berbagai permasalahan dan solusi yang telah disebutkan, program diversifikasi pangan probiotik Chao ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Bontomatene secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada 20-21 Juli 2026 yang diikuti oleh 28 peserta dari Kelompok PKK Kelurahan Bontomatene, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep.
Pelatihan difokuskan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai pelaku utama dalam pengolahan pangan probiotik Chao menjadi produk frozen food Nugget yang bernilai tinggi.

Kegiatan tersebut mencakup penyuluhan dan pelatihan Diversifikasi Chao Probiotik menjadi produk frozen food Nugget. Penyuluhan mencakup pengertian dan manfaat bakteri asam laktat (BAL) yang terdapat pada Chao.  Adapun pelatihan meliputi  proses pengolahan Chao yang higienis, pembuatan nugget, teknik pengemasan dengan label dan branding, serta strategi pemasaran agar produk hasil olahan dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme yang sangat tinggi dari Kelompok PKK Kelurahan Bontomatene yang merupakan peserta utama pelatihan. Mereka mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Mereka menunjukkan keaktifan dalam setiap sesi pelatihan.

Partisipasi yang intensif serta tanggapan positif dari para peserta mencerminkan pemahaman mereka terhadap manfaat kesehatan dari Chao serta keterampilan diversifikasi Chao menjadi produk frozen food nugget yang bernilai tinggi, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi.

Semangat tersebut juga terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan praktik langsung selama pelatihan, serta antusiasme mereka untuk menerapkan ilmu yang telah didapat serta mendorong pengembangan UMKM di tingkat Kelurahan Bontomatene. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tiongkok Bantah Tuduhan Filipina soal Pelaut yang Dipukul di Laut China Selatan
• 6 jam lalu
0
thumb
Kuota Rumah Subsidi Tembus 350.000 Unit, Ini Pesan dari Menteri Ara
• 21 jam lalu
0
thumb
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Kepatuhan Pajak, Ini Aturannya
• 7 jam lalu
0
thumb
Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS
• 20 jam lalu
0
thumb
Maluku Ungkap Urgensinya RUU Daerah Kepulauan
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.