EtIndonesia.com Di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada 19 Juli mengumumkan perkembangan terbaru mengenai korban di pihak militer AS. Seorang prajurit kembali dilaporkan tewas dan seorang lainnya terluka. Selain itu, satu jenazah yang belum diketahui identitasnya ditemukan di lokasi insiden pada 17 Juli dan saat ini masih menjalani proses identifikasi. Pada saat yang sama, muncul berbagai indikasi bahwa militer AS kemungkinan akan meningkatkan operasi militernya.
Menurut pengumuman CENTCOM, setelah serangan Iran terhadap Yordania pada 17 Juli, dua personel militer AS dinyatakan tewas dan satu lainnya dilaporkan hilang.
Setelah melakukan pencarian menyeluruh, personel militer AS pada 19 Juli pagi menemukan satu jenazah yang belum dapat diidentifikasi di lokasi kejadian. Saat ini proses identifikasi jenazah tersebut masih berlangsung.
Militer AS juga mengumumkan bahwa pada 18 Juli, seorang prajurit AS yang bertugas di Irak utara tewas dalam sebuah operasi setelah amunisi yang belum meledak dari drone serang satu arah milik Iran yang telah ditembak jatuh meledak. Seorang prajurit lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan karena cedera ringan.
Demi menghormati keluarga para korban, CENTCOM belum mengungkap identitas personel yang tewas maupun yang masih hilang selama proses pemberitahuan kepada keluarga masih berlangsung.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membagikan kembali sebuah unggahan di platform Truth Social mengenai informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa militer AS bersiap melancarkan gelombang serangan malam keenam terhadap Iran pada pukul 14.00 waktu Pantai Timur Amerika Serikat pada 16 Juli.
Media Israel melaporkan bahwa, berdasarkan pernyataan para pejabat Amerika Serikat dan Israel pada Minggu, Trump cenderung mendukung peningkatan operasi militer terhadap Iran.
Seorang pejabat mengatakan kepada The Jerusalem Post: “Presiden Trump tampaknya sedang bersiap memperluas operasi militer terhadap Iran. Yang masih menjadi pertanyaan hanyalah sejauh mana operasi itu akan diperluas dan kapan hal itu akan dilakukan. Ia memahami bahwa, kecuali terjadi perkembangan yang tidak terduga, peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik hampir tidak ada.”
Menurut penilaian Israel saat ini, selama Amerika Serikat belum secara signifikan meningkatkan operasi militernya terhadap Teheran, Iran diperkirakan tidak akan menyerang Israel.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Israel akan bergabung dalam operasi militer terhadap Iran jika salah satu dari tiga kondisi berikut terjadi :
- Iran melancarkan serangan terhadap Israel.
- Badan intelijen Israel menemukan bukti bahwa Iran sedang bersiap menembakkan rudal atau drone ke Israel.
- Presiden Trump secara resmi meminta Israel untuk ikut serta dalam operasi tersebut.
Selain itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengisyaratkan kemungkinan meningkatnya situasi keamanan. Dalam rapat Komite Konstitusi Partai Likud, ia mengatakan:
“Saya mendukung diadakannya pemilihan pendahuluan, tetapi kita mungkin akan menghadapi situasi keamanan yang luar biasa sehingga kampanye politik akan sulit dilakukan.”
Sementara itu, menurut artikel tersebut, Presiden Trump sedang berada di Stadion MetLife untuk menyaksikan pertandingan final Piala Dunia.
Dilaporkan oleh Jin Hong/Disunting oleh Yun Tao






Komentar (0)