JAKARTA, KOMPAS.TV – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari, menyebut, saat ini anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah jauh berkurang dari besaran awal yang mencapai Rp268 triliun.
Agustina yang juga merupakan juru bicara (jubir) BGN menyampaikan hal itu menjawab pertanyaan wartawan tentang pemangkasan anggaran, di Jakarta, Senin (20/7/2026).
“Bahwa dengan perbaikan tata kelola, ya misalnya itu tadilah insentif, kita akan mencari skema yang paling fair, ya kan, lalu refocusing,” jelasnya.
“Kan otomatis, otomatis tuh nanti efisiensinya pasti akan otomatis mengikutilah, gitu ya. Jadi kalau angka sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi yang jelas sudah tidak 268 deh, sudah jauh berkurang,” tambahnya.
Baca Juga: Prabowo Akui Gaji Guru-Lapangan Kerja Kurang: Kita Diberi Mandat Selesaikan
Meski demikian, ia belum dapat menyampaikan secara detail besaran anggaran tersebut karena saat ini proses refocusing masih berjalan.
Ia juga memastikan, dalam waktu satu bulan ini pihaknya berusaha melakukan pembenahan, sesuai dengan keinginan Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Jangan lupa, di ratas (rapat terbatas) kemarin yang khusus membahas MBG KDMP, yang pangan itu, Pak Presiden memberi waktu 1 bulan. Jadi itu yang kami kejar sekarang. supaya nanti harapan kami sefisien mungkin.”
Efisiensi yang dilakukan termasuk pembenahan penerima manfaat khususnya untuk daerah dengan angka stunting yang tinggi serta penerima manfaat yang merupakan ibu hamil dan ibu menyusui.
Pemerintah juga melakukan pembenahan dengan mengevaluasi dan mengecek kondisi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah beroperasi.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- makan bergizi gratis
- mbg
- badan gizi nasional
- bgn
- anggaran mbg
- agustina arumsari






Komentar (0)