Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan program bedah rumah di kawasan bekas kebakaran yang terjadi di Jalan Bangka III RT 014/RW 002, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026 lalu.
Sebanyak 16 rumah yang dihuni 22 kepala keluarga (KK) atau sekitar 60 jiwa telah selesai direnovasi melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Baznas Bazis, dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dalam kesempatan itu, Pramono mengatakan, program tersebut menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu warga yang terdampak kebakaran melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Program bedah rumah di kawasan Pela Mampang ini merupakan wujud nyata dari sebuah penyelesaian di lapangan masalah kebakaran, salah satu masalah kebakaran yang terjadi di Jakarta,” kata Pramono kepada wartawan, Selasa (21/7).
Menurut Pramono, total anggaran yang digunakan untuk membangun kembali 16 rumah tersebut mencapai sekitar Rp 960,3 juta. Dana itu berasal dari kontribusi utama PT Malahayati Nusantara Raya dan Baznas Bazis DKI Jakarta yang menyumbang Rp 360 juta.
“Total kurang lebih Rp 960,3 juta untuk 16 rumah mencakup 22 KK, 60 warga jiwa,” ujarnya.
Pramono menilai skema kolaborasi antara pemerintah, Baznas Bazis, dan perusahaan melalui program CSR dapat menjadi model penyelesaian persoalan pascakebakaran di Jakarta.
“Ini adalah bentuk penyelesaian di mana pemerintah hadir bersama stakeholder yang ada di DKI Jakarta, Baznas Bazis dan perusahaan yang bersedia CSR-nya disalurkan dengan cara seperti ini,” ucapnya.
Targetkan 633 Rumah di Renovasi pada 2026
Ke depan, Pemprov DKI akan melanjutkan program serupa dengan melibatkan lebih banyak perusahaan, badan usaha milik daerah (BUMD), hingga badan usaha milik negara (BUMN).
Pramono menyebut sejumlah pihak yang akan dilibatkan antara lain PAM JAYA, Dharma Jaya, Pertamina, Pegadaian, serta perusahaan-perusahaan lain yang bersedia menyalurkan dana CSR untuk program bedah rumah.
“Tahun 2026 ini Pemerintah DKI Jakarta bersama Baznas Bazis juga punya program untuk tetap melanjutkan bedah rumah yang ada, yang nanti cara penyelesaiannya kurang lebih seperti ini, melibatkan beberapa BUMD yang ada di Jakarta seperti PAM JAYA, Dharma Jaya, kemudian BUMN pusat antara lain Pertamina, Pegadaian, dan sebagainya,” katanya.
Saat ditanya mengenai prioritas lokasi program bedah rumah, Pramono mengatakan seluruh wilayah yang membutuhkan akan menjadi prioritas. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, Baznas Bazis, dan perusahaan melalui skema CSR.
“Prioritasnya di mana? Semuanya pasti prioritas, termasuk daerah-daerah yang memang segera bisa kita lakukan untuk bedah rumah dan kita bangun kembali. Maka yang paling penting adalah kerja sama yang baik antara Baznas Bazis, Pemerintah DKI Jakarta dengan CSR yang akan dikeluarkan,” ujar Pramono.
Pram juga mengungkapkan, Pemprov DKI menargetkan sebanyak 633 unit rumah dapat direnovasi melalui program bedah rumah sepanjang 2026.
“Untuk rumah targetnya bedah rumah di tahun 2026 ini 633 unit. Jadi hari ini ada 16 rumah, tapi untuk target di tahun 2026 dengan pola yang sama kurang lebih 633 unit,” kata Pram.






Komentar (0)