Prabowo Soroti Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ di Sekolah

rctiplus.com
11 jam lalu
Cover Berita
Prabowo Soroti Kualitas Pendidikan, Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ di SekolahNasional | okezone | Selasa, 21 Juli 2026 - 10:29

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, bahwa kualitas pendidikan menjadi salah satu faktor penentu masa depan Indonesia. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada peningkatan mutu pendidikan.

"Pendidikan kita banyak ketertinggalan," ujar Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Prabowo mengatakan, masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas manusia Indonesia, mulai dari kesehatan fisik hingga kualitas pendidikan yang diterima anak-anak.

"Kita paham dan mengerti bahwa masa depan kita ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik kesehatan, karena itu gizi sangat penting tapi (yang tidak kalah penting) juga kualitas pendidikan, kita paham bahwa pendidikan kita banyak ketertinggalan," katanya.

Baca Juga:119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun

Menindaklanjuti arahan tersebut, Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i mengungkapkan, Kementerian Agama tengah menyiapkan materi pembelajaran yang bertujuan membentengi peserta didik dari pengaruh budaya yang dinilai dapat berdampak negatif.

 

Menurut Romo Syafi'i, penyebaran budaya LGBTQ (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer) dikategorikan sebagai ancaman nonmiliter terhadap ketahanan negara sehingga perlu diantisipasi melalui jalur pendidikan.

"Penyebaran (budaya LGBTQ) itu ancaman pertahanan negara non-militer. Karena itu kan, karena itu sebuah ancaman, itu kan harus kita hindari ya," ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029 yang memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu bentuk ancaman nonmiliter.

Romo Syafi'i mengatakan, pencegahan dilakukan melalui pemberian pemahaman kepada peserta didik agar tidak mudah terpengaruh. Materi tersebut nantinya akan disisipkan ke dalam kurikulum yang telah ada.

"Dan dari caranya, tentu dengan memberikan pemahaman pada anak-anak didik kita, agar tidak dipengaruhi oleh budaya itu. Maka dari itu Kemenag menyusun kurikulum, nanti akan di-insert dalam kurikulum yang sudah ada," tuturnya.

Baca Juga:Penumpang TransJateng Kini Bisa Masuk Dusun Semilir Gratis, Cukup Tunjukkan Tiket

Ia menambahkan, materi akan disusun sesuai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

"Memberikan pemahaman dan tingkat SD itu mungkin mulai kelas 4, 5, 6. Kemudian kalau menengah, pertama 1, 2, 3, dan atas 1, 2, 3. Mudah-mudahan dengan itu, mereka bisa memahami betapa berbahayanya penyebaran budaya LGBT," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejati Jabar Terima Berkas Kasus Taufik Hidayat
• 9 jam lalu
0
thumb
Jennie BLACKPINK Segera Comeback dengan Karya Self-Producing Less Than A LOVER
• 7 jam lalu
0
thumb
7 Daerah di Jateng Berpotensi Hujan Ringan Hari Ini
• 13 jam lalu
0
thumb
Sempat Dicari Netizen, Tepe Akhirnya Muncul di Poster "Harusnya Horror"
• 11 jam lalu
0
thumb
Bapanas ajak Pemda jaga stabilitas pasokan dan harga pangan
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.