Heboh Punya Anak Lewat Rahim Sewaan, Ketua Fraksi Konservatif Jerman Mundur

detik.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada Minggu (19/07) bahwa ia akan mengusulkan pengganti Jens Spahn sebagai ketua fraksi blok konservatif, setelah berkonsultasi dengan pemimpin Uni Sosial Kristen (CSU) Markus Sder.

"Fraksi parlemen, jika diperlukan, tetap berfungsi. Kami akan membicarakan ini dalam komite partai dalam beberapa hari ke depan dan kami akan mengajukan proposal relatif segera, tapi kami tidak sedang dikejar waktu," katanya kepada stasiun penyiaran layanan publik ZDF. Merz tidak menutup kemungkinan adanya perombakan kabinet dalam prosesnya.

"Ini bisa menjadi peluang," katanya, ketika ditanya apakah politisi dari pemerintahan bisa mengambil alih posisi ketua fraksi. Baik Merz maupun Spahn adalah anggota CDU, yang secara eksplisit menolak surogasi.

Di antara nama-nama yang disebut media sebagai kemungkinan pengganti adalah Kepala Kantor kanselir Thorsten Frei, Menteri Kesehatan Nina Warken (keduanya dari CDU), dan Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt (CSU).

Merz juga menyebut bahwa semua fraksi parlemen kini sedang dalam masa reses musim panas dan tidak akan ada sidang parlemen hingga September.

Mundur di tengah kontroversi surogasi

Jens Spahn, ketua fraksi blok konservatif yang berkuasa di Bundestag, mengundurkan diri pada Sabtu (18/07) di tengah kontroversi atas keputusannya memiliki anak melalui rahim sewaan ibu pengganti atau surogasi.

Pengunduran diri itu diminta oleh Kanselir Friedrich Merz dari Partai Demokrat Kristen (CDU).

Spahn menegaskan ia tidak mengundurkan diri sebagai anggota Bundestag.

Surogasi tidak diizinkan di Jerman dan CDU menentang legalisasinya. Spahn dan pasangannya memiliki anak melalui ibu pengganti di Amerika Serikat.

Apa kata Spahn?

"Dalam beberapa hari terakhir, saya menyadari bahwa kebahagiaan pribadi saya dalam membangun keluarga bersama suami dan menjadi seorang ayah tidak bisa sejalan dengan jabatan politik saya," kata Spahn dalam sebuah pernyataan yang dilihat oleh kantor-kantor berita.

Setelah pengumuman itu, Kanselir Merz menyebut keputusan tersebut "tepat" sekaligus "tak terelakkan", dengan mengatakan bahwa "kredibilitas adalah aset paling berharga dalam politik."

Merz melanjutkan bahwa ia akan bekerja sama dengan Markus Sder untuk mengajukan proposal bagi ketua kelompok parlemen yang baru.

"Prosedur dan jadwalnya akan dikoordinasikan dengan komite partai dan fraksi parlemen," katanya.

Kontroversi surrogasi

Awal pekan ini, Spahn (45) dan suaminya, Daniel Funke, mengumumkan bahwa mereka telah menjadi orang tua dan mengunggah foto mendorong kereta bayi di media sosial.

Pengumuman itu langsung menuai kritik dari semua penjuru spektrum politik Jerman, yang menuduh Spahn menerapkan standar ganda mengingat posisinya cukup senior di partai yang mendukung tetap diberlakukannya larangan menggunakan ibu pengganti di Jerman.

Spahn pernah mengatakan bahwa ia merasa sangat sulit menerima gagasan "rahim sewaan" sebagai seorang Kristen sekaligus pria gay, dan ia pernah memilih sesuai garis partai untuk mendukung larangan surogasi di Jerman.

Dalam wawancara podcast dengan surat kabar Bild pada Jumat (17/07), Spahn mencoba membela keputusannya, mengatakan ia telah "bergulat dengan diri sendiri dalam waktu lama, termasuk soal surrogasi."

Spahn tidak akan menghadapi konsekuensi hukum di Jerman atas kelahiran anaknya melalui ibu pengganti, karena membesarkan anak yang lahir di luar negeri dari ibu pengganti tidak dilarang di Jerman.

Ini bukan pertama kalinya Spahn menghadapi kontroversi. Sebagai menteri kesehatan Jerman di era COVID, Spahn pernah diselidiki atas dugaan penyalahgunaan uang publik.

Namun jaksa negara menghentikan penyelidikan atas penanganan COVID-nya pada Maret lalu.

Spahn sebelumnya dipandang sebagai bintang yang tengah bersinar di blok konservatif, setelah terpilih kembali sebagai ketua fraksi dengan 85% suara pada Mei lalu.

Artikel ini pertama kali ditulis dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Fika Ramadhani

Editor

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lewat Paripurna, DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia
• 5 jam lalu
0
thumb
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada TPIA, BULL, hingga BUMI
• 10 jam lalu
0
thumb
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam OTT Bupati Lombok Barat
• 22 jam lalu
0
thumb
IHSG Menguat di Tengah Wait and See Jelang Keputusan Suku Bunga BI
• 8 jam lalu
0
thumb
Telkom Perkuat Konektivitas Digital Indonesia-Singapura lewat Kabel Laut NCC
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.