Gaza: Kelompok pejuang Palestina Hamas mengumumkan terpilihnya Khalil al-Hayya sebagai pemimpin baru organisasi tersebut di hari Senin, hampir dua tahun setelah pemimpin sebelumnya meninggal dunia.
Al-Hayya terpilih setelah bersaing dengan Khaled Meshal, yang juga merupakan mantan pemimpin Hamas.
Posisi pemimpin Hamas kosong sejak Yahya Sinwar tewas dalam operasi militer Israel pada 2024. Sebelumnya, Sinwar menggantikan Ismail Haniyeh yang juga tewas pada tahun yang sama saat berada di Teheran, Iran.
Dikutip dari UPI, Selasa, 21 Juli 2026, Al-Hayya yang berusia 65 tahun merupakan wakil Sinwar ketika Hamas melancarkan serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023. Setelah itu, ia menjabat sebagai kepala negosiator Hamas.
Dalam peran tersebut, Al-Hayya menjadi salah satu tokoh utama dalam perundingan gencatan senjata dengan Israel. Ia terlibat dalam pembicaraan tidak langsung dengan Israel melalui mediator di Mesir dan Qatar.
Tahun lalu, Al-Hayya selamat dari serangan udara Israel yang menewaskan lima pemimpin Hamas lainnya, termasuk salah satu putranya.
Meski telah meninggalkan Gaza sebelum perang dengan Israel dan kini hidup di pengasingan, Al-Hayya tetap terlibat dalam proses negosiasi. Ia juga menyerukan diakhirinya perang serta pembebasan para sandera Israel.
Baca juga: Israel Klaim Temukan Jenazah Pemimpin Hamas di Bawah Rumah Sakit Gaza





Komentar (0)